Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy berjoget bersama masyarakat dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026 di kawasan wisata sejarah Benteng Willem I, Ambarawa, Sabtu, (7/2/26)./Dok.Foto.Jk_Zed.(jurnalterkini.id/Ponco)
Kabupaten Semarang, jurnalterkini.id — Polres Semarang memilih pendekatan berbeda dalam menyampaikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. Dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Semarang mengemas sosialisasi dengan hiburan seni dan budaya di kawasan wisata sejarah Benteng Willem I, Ambarawa, Sabtu, 7 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, didampingi Wakapolres, pejabat utama Polres Semarang, serta Penjabat Ketua Bhayangkari Cabang Semarang beserta pengurus. Pengunjung Benteng Willem I disuguhi penampilan Zebra Band, drum band TK Kemala Bhayangkari, dan tarian tradisional.
Suasana pagi di kawasan wisata itu berlangsung meriah. Pengunjung tampak berbaur dan berjoget bersama personel kepolisian, menciptakan interaksi yang hangat antara polisi dan masyarakat.
Yuli dan Lilis, pengunjung asal Kendal, menilai kegiatan tersebut mampu menghilangkan jarak antara aparat dan warga. “Acaranya meriah dan terasa dekat. Kita bisa berbaur dengan polisi dan memahami tujuan Operasi Keselamatan Candi, supaya masyarakat lebih berhati-hati di jalan dan kecelakaan bisa diminimalkan,” kata mereka.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan minat di bidang seni.
“Kami mengedukasi masyarakat dengan cara yang menyenangkan. Selain hiburan, kami juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis, SIM keliling, dan Samsat keliling agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Lingga.
Ia juga memaparkan data kecelakaan lalu lintas selama sepekan pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 di wilayah Polres Semarang. Menurut Lingga, tercatat 10 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan satu korban meninggal dunia.
“Selama sepekan operasi berjalan, kami mencatat sekitar 600 penindakan tilang terhadap pelanggar dan 550 teguran tertulis,” kata dia.
Operasi Keselamatan Candi 2026 digelar selama 14 hari dan difokuskan pada upaya menekan angka pelanggaran serta fatalitas kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan edukatif dan humanis.(Jk_Zed./PH)






