Isu tidak bertanggung jawab
Dalam pertemuannya dengan masyarakat Pongkar, Isdianto yang berpasangan dengan Suryani ini juga menyinggung soal isu bahwa dirinya adalah aktor yang berperan “memenjarakan” Nurdin Basirun, Gubernur Kepulauan Riau sebelum dirinya.
“Ya, saya kira satu hal yang tidak mungkin saya lakukan itu, karana memang pak Nurdin itu sejak awal dia sahabat saya, seperti saudara sendiri, terbukti saya kira kita ingat dulu, waktu dulu dia jadi wabup (Karimun) mendampingi Pak Sani, termasuk kita yang menukangi itu,” tuturnya.
Dia menyayangkan isu yang dilempar oleh pihak yang ia sebut tidak bertanggung jawab tersebut.
“Masalah ini tidak ada seorang pun yang bisa mengintervensinya, karena memang KPK ini kan berpola betul, dari awal mereka ikuti, ada fakta baru sehingga action, tak mungkin seorang isdianto bisa melakukan itu.
Dia kembali menegaskan tidak memiliki peran dalam kasus yang dialami Nurdin Basirun. “Sampai saya bawa nama Allah. Jika saya melakukan itu, tidak selamat saya dunia akhirat,” ujarnya.
Kampanye dialogis pasangan dengan jargon Insani ini digelar selama tiga hari di Karimun, termasuk di Kundur.
Turut hadir pimpinan partai koalisi pendukung Insani, seperti Ketua DPD PKS Karimun Suyadi, Ketua DPC Partai Demokrat Karimun Iwan Kusuma Darmaja, politikus Partai Hanura serta sejumlah mantan pejabat di lingkungan Pemprov Kepri seperti Endi Maulidi dan Yatim Mustafa. (rdi)






