Sedangkan, pantauan di RSBT ke 5 pelajar tersebut setelah dilakukan penanganan medis beberapa jam. Setelah itu dipersilahkan untuk pulang ke rumah masing-masing.
“Sudah pulang pak, anak-anak setelah kita berikan obat dan dinyatakan bisa kembali kerumah masing-masing,” kata salah seorang perawat.
Sementara itu, untuk kasus 9 pelajar SDN 010 Meral yang pekan lalu mengalami mual-mual dan muntah akibat memakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang distribusikan oleh dapur SPPG di wilayah Kecamatan Meral.
” Dari Badan Teknis Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam, telah mengeluarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut dinyatakan positif mengandung bakteri,” jelasnya.
Dimana, 5 sampel makanan yang diuji tersebut, 3 sampel yaitu sayur worterl, tahu dan semangka terkontaminasi dua jenis bakteri yang mencemari makanan, yakni escherichia coli dan staphylococcus. Sedangkan, 2 sampel chicken katsu dan roti burgert dinyatakan negatif atau aman dimakan.
“Jadi, 3 sampel yang dinyatakan positif tersebut bersumber dari makanan yang tersedia di dapur SPPG dan makanan yang sudah didistribusikan kesekolah namun belum dimakan dan yang telah dimakan sama ditemukan bakteri,” ungkapnya.(*/red)





