BUKITTINGGI, Jurnalterkini.id — Sorotan mata para mahasiswa tertuju pada sosok Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi yang berdiri di podium gedung Tri Arga, Sabtu (4/10/2025). Dengan nada hangat dan penuh keyakinan, ia berbicara tentang masa depan, tentang Indonesia Emas 2045 dan peran generasi muda dalam mewujudkannya.
Mahyeldi hadir bukan sekadar memberi kuliah umum. Kedatangannya di kampus Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITB HAS) Bukittinggi juga menandai langkah strategis: penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan ITB HAS Bukittinggi tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, pertemuan ini adalah wujud komitmen kita bersama untuk membangun daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Kerja sama tersebut memiliki landasan hukum yang kuat, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah.
Mahyeldi menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan “amanah konstitusi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.”
Ia menggambarkan hubungan itu dengan metafora yang menggugah. “Pendidikan adalah pondasi, pengetahuan adalah bahan bangunan, dan kerja sama seperti inilah semen pengikatnya,” katanya.
Lewat MoU tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat sinergi di berbagai bidang: penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat; pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia; pemanfaatan teknologi dan inovasi; serta pengembangan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.
Acara ini turut dihadiri oleh Rektor ITB HAS Bukittinggi Yulihasri, para kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dekan, ketua program studi, serta civitas akademika ITB HAS Bukittinggi.
Dalam kuliah umumnya, Gubernur yang akrab disapa Buya Mahyeldi itu menyoroti pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045, sebuah visi besar menjadikan Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, adil, dan makmur tepat saat mencapai usia 100 tahun kemerdekaan.
“Generasi muda hari ini harus disiapkan bukan hanya untuk menjadi tenaga kerja, tetapi juga penggerak perubahan,” tegasnya. “Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk ikut membentuk arah masa depan bangsa,” imbuhnya.
Mahyeldi juga memaparkan capaian pembangunan Sumatera Barat yang terus membaik. Salah satunya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai 76,43, meningkat 1,04 persen dari tahun sebelumnya.
Suasana kuliah umum berlangsung interaktif. Mahasiswa antusias melontarkan pertanyaan, mulai dari kebijakan pendidikan hingga tantangan ekonomi digital. Setiap pertanyaan dijawab Mahyeldi dengan semangat, menandakan optimisme terhadap peran kampus dalam membangun masa depan daerah.
“Saya berharap mahasiswa ITB HAS Bukittinggi mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Dion).





