Akhmad Munir Terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030, Siap Akhiri Dualisme Organisasi

Cikarang, jurnalterkini.id — Akhmad Munir resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030, mengungguli pesaingnya, Hendry Ch. Bangun, dalam pemungutan suara yang berlangsung dalam Kongres PWI 2025 di Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Komdigi, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (30/8).

Bacaan Lainnya

Pria kelahiran Sumenep, 15 Desember 1966, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA itu meraih 52 suara, unggul atas Hendry Ch. Bangun yang memperoleh 35 suara. Kemenangan tersebut disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari para anggota PWI yang hadir langsung dalam kongres.

Dalam pidato perdananya setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum, Munir menegaskan komitmennya untuk menyatukan kembali PWI yang sempat mengalami dualisme kepemimpinan.

“Dualisme akan melunturkan kepercayaan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha kepada PWI. Ini harus segera diakhiri,” tegas Munir.


Selain pemilihan ketua umum, Kongres PWI 2025 juga menggelar pemilihan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat. Atal S. Depari berhasil terpilih setelah meraih 44 suara, mengalahkan Sihoni HT yang memperoleh 42 suara.

Dalam pernyataannya, Atal menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dan menegakkan kode etik jurnalistik di tengah dinamika media yang terus berkembang.

“Dewan Kehormatan PWI adalah benteng moral. Kita harus memastikan wartawan tetap bekerja sesuai dengan etika jurnalistik dan prinsip-prinsip demokrasi,” ujar Atal, seperti dikutip dari Antara.


Sebagai simbol kemenangan dan awal tonggak kepemimpinan baru, Munir dan Atal dikalungkan selendang sutra khas Bugis oleh panitia kongres, dalam sebuah prosesi penuh makna budaya.

Dengan hasil kongres ini, tonggak kepemimpinan baru di tubuh organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia resmi bergulir. Para anggota PWI berharap duet kepemimpinan Akhmad Munir dan Atal S. Depari dapat memperkuat peran PWI sebagai wadah wartawan profesional, sekaligus menjaga nilai-nilai kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.(PH)

Total Views: 1187

Pos terkait