Wamen PDTT Ahmad Riza Patria Hadiri Istighosah Merah Putih di Demak

Demak, JurnalTerkini.id – Ribuan jamaah dari berbagai elemen masyarakat, memadati Alun-Alun Demak pada Kamis malam, 12 Juni 2025, dalam sebuah momen spiritual bertajuk Istighosah Merah Putih. Gelaran doa bersama yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A., dan dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Demak, para ulama, serta pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Demak.

Bacaan Lainnya

Berlokasi di pelataran Masjid Agung Demak yang sarat sejarah, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang munajat kepada Sang Pencipta, tetapi juga mempererat sinergi antara umat, ulama, dan pemerintah dalam merawat keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Ahmad Riza Patria menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara. Ia menegaskan peran penting pesantren sebagai pilar moral bangsa dan agen perubahan sosial di tengah masyarakat.

“Saya merasa terhormat bisa berada di tengah panjenengan semua, para penjaga spiritual bangsa. Doa-doa para ulama adalah benteng negeri dari segala marabahaya,” ungkap Riza Patria di hadapan ribuan jamaah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan pesantren, terutama dalam membangun desa sebagai garda terdepan kemajuan nasional. Ia menilai bahwa santri bukan hanya pewaris ilmu agama, tetapi juga aktor ekonomi dan sosial yang mampu menggerakkan perubahan dari akar rumput.

“Santri adalah kekuatan dari bawah yang harus terus diberdayakan. Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran besar pesantren dalam perjalanan sejarahnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Riza Patria juga menyinggung berbagai krisis global dan tantangan multidimensi yang kini dihadapi bangsa. Ia mengajak seluruh elemen untuk tidak hanya mengandalkan strategi lahiriah, tetapi juga memperkuat spiritualitas dan doa sebagai energi kolektif bangsa.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan doa bersama yang menggema di tengah suasana malam yang syahdu. Para peserta dengan penuh haru menadahkan tangan, memanjatkan harapan agar Indonesia tetap menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi, tenteram, adil, dan sejahtera.

“Perjuangan bangsa ini tidak lepas dari pengorbanan para ulama dan santri. Kini tugas kita menjaga dan melanjutkan perjuangan itu demi Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat,” pungkasnya.

Istighosah Merah Putih bukan hanya sekadar agenda religius, tetapi juga refleksi kebangsaan yang menggugah semangat persatuan, sekaligus pengingat bahwa kekuatan batin dan spiritual adalah fondasi yang tak tergantikan dalam membangun masa depan Indonesia.(PH)

Total Views: 606

Pos terkait