Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban galian C Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon Jawa Barat mencapai 17 jiwa. Foto BNPB
Cirebon, jurnalterkini.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat longsor di area galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah mencapai 17 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa tim pencarian dan pertolongan (SAR) kembali menemukan dan mengevakuasi tiga jenazah dari lokasi longsor.
“Korban tersebut adalah Sakira bin Jumair (40) dan Sanadi bin Darya (45), keduanya berasal dari Desa Cikeusal, Kecamatan Palimanan, serta Sunadi (31) dari Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang. Ketiganya merupakan warga lokal Kabupaten Cirebon,” ujar Abdul Muhari, dikutip dari laman resmi BNPB, Sabtu (31/05/2025).
Ia menambahkan, penanganan darurat masih menjadi prioritas saat ini. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Cirebon, TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta warga setempat akan melanjutkan pencarian korban yang masih belum ditemukan pada hari berikutnya.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari instansi terkait, wilayah Kabupaten Cirebon diperkirakan akan mengalami kondisi cerah berawan dalam dua hari ke depan. Meski demikian, Abdul Muhari mengimbau seluruh masyarakat, terutama tim SAR di lapangan, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
“Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian dan pertolongan. Potensi longsor susulan masih bisa terjadi,” ujarnya.
Abdul Muhari juga mengingatkan warga yang tinggal di sekitar lereng tebing atau di bantaran sungai agar memantau kondisi tanah dan debit air secara berkala.
“Jika hujan deras terjadi secara terus menerus selama dua jam atau lebih, warga disarankan segera melakukan evakuasi mandiri untuk menghindari risiko bencana,” tutupnya.

