Pesawat Tempur Zionis Bombardir Rafah, Rebut Kendali Penyeberangan

Gambar selebaran yang dirilis oleh tentara Israel menunjukkan tank tim tempur Brigade 401 memasuki perbatasan Rafah sisi Palestina yang melintasi antara Gaza dan Mesir di Jalur Gaza selatan, 7 Mei 2024.
Gambar selebaran yang dirilis oleh tentara Israel menunjukkan tank tim tempur Brigade 401 memasuki perbatasan Rafah sisi Palestina yang melintasi antara Gaza dan Mesir di Jalur Gaza selatan, 7 Mei 2024. (foto: AFP)

Militer Zionis Israel, Selasa (7/5/2024) mengatakan pasukan mereka telah mengambil kendali penyeberangan Rafah di sisi Gaza, di antara Jalur Gaza dan Mesir, satu hari setelah memerintahkan puluhan ribu warga Palestina meninggalkan area itu, dan meluncurkan serangan udara yang berulang.

Operasi Israel dilakukan beberapa pekan setelah para pejabat mereka mengatakan, serangan di Rafah diperlukan untuk mencapai tujuan mereka mengalahkan Hamas.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, AS, PBB dan pihak lain memperingatkan bahwa meluncurkan serangan di area yang dipenuhi warga sipil Palestina itu bisa menghadirkan bencana kemanusiaan.

“Saya takut ini akan menjadi penyebab jatuhnya lebih banyak korban jiwa, korban jiwa masyarakat sipil. Apapun yang mereka katakan,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrel kepada para jurnalis, Selasa (7/5/2024). “Tidak ada area aman di Gaza,” imbuhnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengutip “tuntutan yang besar dari komunitas internasional” seiring tuntutan negara itu kepada Israel agar berhenti menyerang Gaza dan lebih memilih “melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk menghindari bencana kemanusiaan lebih serius di Jalur Gaza”.

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz mengunggah di media sosial bahwa pergerakan negara itu ke Rafah adalah dalam upaya meraih tujuan utamanya, termasuk pembebasan para sandera yang ditahan Hamas dan mengalahkan kelompok militan itu.

Perkembangan di Rafah juga terjadi setelah sebuah pengumuman dari Hamas bahwa kelompok ini telah menerima proposal gencatan senjata yang disusun oleh negosiator dari Mesir dan Qatar.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengatakan pada Senin, bahwa proposal gencatan senjata itu “jauh dari tuntutan utama Israel”, tetapi Israel akan mengirim negosiator ke Kairo untuk melanjutkan pembicaraan.

Total Views: 656

Pos terkait