Enam Bulan Perang Gaza: Kehancuran dan Kematian Tiada Henti

Asap mengepul menyusul pemboman Israel di Rafah timur di Jalur Gaza selatan, 13 Februari 2024, di tengah konflik Israel dan kelompok militan Hamas, Palestina. (SAID KHATIB/AFP)
Asap mengepul menyusul pemboman Israel di Rafah timur di Jalur Gaza selatan, 13 Februari 2024, di tengah konflik Israel dan kelompok militan Hamas, Palestina. (SAID KHATIB/AFP)

Lebih dari 33.000 Orang Tewas

Sejak 7 Oktober, Israel telah menyerang daerah kantong tersebut, menewaskan 33.137 orang termasuk lebih dari 13.000 anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, dan The Associated Press.

Bacaan Lainnya

Kementerian Kesehatan Gaza tidak membedakan antara korban warga sipil dan kombatan dalam perhitungannya. Namun mengatakan bahwa dua pertiga dari korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.

Tujuh puluh persen penduduk Palestina di Gaza telah mengungsi di wilayah kantong tersebut, dan sekitar setengah dari penduduknya tinggal di kota paling selatan Gaza, Rafah.

Kelaparan di Depan Mata

Makanan menjadi langka di Gaza karena bantuan kemanusiaan hampir tidak mencapai wilayah itu. Menurut PBB, ancaman kelaparan makin mendekat dan hanya sedikit warga Palestina yang mampu meninggalkan wilayah yang terkepung tersebut. Sebesar 31 persen anak-anak di bawah usia 2 tahun mengalami kekurangan gizi akut di Gaza utara.

Sementara itu, Hamas masih menolak untuk membebaskan sekitar 100 sandera yang masih ditahan.

Per 14 Februari 2024, 112 sandera telah dipulangkan dalam keadaan hidup ke Israel. Jumlah itu terdiri dari 105 orang dibebaskan berdasarkan kesepakatan pertukaran tahanan, empat orang dibebaskan oleh Hamas secara sepihak dan tiga orang diselamatkan oleh Pasukan Pertahanan Israel. Sebanyak 36 sandera telah dipastikan tewas dalam penawanan Hamas.

Total Views: 525

Pos terkait