Prabowo Janji akan Perlancar Transisi dan Dorong Privatisasi

Reaksi calon presiden Prabowo Subianto usai penghitungan suara tidak resmi dalam acara peninjauan hasil pemilu di Jakarta, 14 Februari 2024. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Reaksi calon presiden Prabowo Subianto usai penghitungan suara tidak resmi dalam acara peninjauan hasil pemilu di Jakarta, 14 Februari 2024. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

JAKARTA – Calon Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/3/2024), berjanji akan melakukan peralihan pemerintahan dengan “sangat lancar” pada Oktober tahun ini. Ia juga berjanji akan membuka pintu untuk melakukan privatisasi perusahaan-perusahaan milik negara sambil tetap mempertahankan kontrol pemerintah atas sektor-sektor ekonomi kunci.

Prabowo juga menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi dapat mencapai delapan persen per tahun dalam empat atau lima tahun ke depan.

Bacaan Lainnya

Jenderal bintang empat tersebut juga menegaskan bahwa meskipun negara dapat terus mengatur dan mempertahankan pengambilan keputusan di bidang-bidang strategis, sektor swasta harus diizinkan berkembang dan mengambil peran utama.

“Mungkin kita harus benar-benar punya program rasionalisasi dan privatisasi banyak BUMN. Negara bisa mengatur, negara bisa (memberi) pengawasan, negara juga harus punya pengambilan keputusan yang strategis di sektor-sektor strategis,” ujarnya.

Sejumlah BUMN yang bergerak di berbagai sektor, seperti perbankan, telekomunikasi, konstruksi dan pertambangan saat ini memainkan peran dominan dalam perekonomian domestik.

“Saya tidak mengerti misalnya mengapa kita perlu hadir di setiap sektor ekonomi … sekarang kita harus membiarkan sektor swasta menjadi lebih dominan.”

Sejumlah BUMN yang bergerak di berbagai sektor, seperti perbankan, telekomunikasi, konstruksi dan pertambangan saat ini memainkan peran dominan dalam perekonomian domestic.

Prabowo, yang berusia 72 tahun, berjanji untuk meneruskan langkah-langkah Jokowi dalam memodernisasi infrastruktur. Dia juga menyatakan niatnya untuk meningkatkan rasio pajak secara signifikan dengan memperluas basis pajak, tanpa perlu menaikkan tarif pajak.

Dia mengatakan pemerintahnya dapat memperlebar kesenjangan fiskal hingga 2,8 persen dari produk domestik bruto, dari di bawah 2 persen pada 2023, dan masih akan mematuhi pagu defisit wajib sebesar 3 persen dari PDB.

Investor mengamati dengan cermat rencana fiskal Prabowo, setelah komentar sebelumnya mengenai potensi peningkatan rasio utang Indonesia terhadap PDB menimbulkan kekhawatiran. Lembaga pemeringkat memperingatkan bahwa janji Prabowo tentang makan siang gratis di sekolah bisa berdampak besar secara finansial.

Total Views: 428

Pos terkait