Layanan yang ditawarkan robot ini tidak terbatas pada protokol pijat yang telah diprogram sebelumnya. Para pengguna dapat mengajari robot ini melakukan gerakan yang mereka sukai dengan membimbing lengan robot secara fisik dalam sesi “pelatihan”. Dengan kata lain, manusia bisa mengajari robot ini cara menyentuhnya.
Chunxu Li, perancang bersama robot pijat di Universitas Plymouth, mengaku apa yang dikembangkan timnya sudah banyak ditunggu. Meski demikian ia mengakui bahwa robot pijat masih jauh dari kemampuan manusia pemijat yang sesungguhnya.
Robot pemijat, katanya, tidak bisa seakurat manusia pemijat dalam merasakan otot-otot yang tegang dan merelaksasinya. Apalagi tangan robot pemijat tidak dilengkapi jari, sehingga tidak dapat melakukan manipulasi sebaik terapis manusia.
Terlepas dari kemampuannya, Eyssautier mengatakan Capsix dan robot-trobot sejenis bisa mengurangi pengeluaran pengguna jasa pijat.
“Alat ini bisa memijat Anda setiap hari atau minimal setiap minggu. Biasanya kita pijat seminggu sekali, setahun sekali, atau setahun dua kali. Dan sekarang bisa pijat setiap hari,” lanjutnya. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






