Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada Senin (25/12/2023), menyatakan “berduka” atas ledakan tungku di pabrik nikel milik Tiongkok di Morowali, Sulawesi Tengah, Indonesia, yang menewaskan sedikitnya 13 orang – termasuk 4 warga Tiongkok – dan melukai 46 orang lainnya.
Ledakan pada hari Minggu (24/12/2023) itu adalah insiden yang terbaru dari serangkaian kecelakaan yang menelan korban jiwa di pabrik peleburan nikel di Indonesia, yang merupakan bagian dari program pembangunan transnasional ambisius Tiongkok yang dikenal sebagai “Belt and Road Initiative.”
“Tiongkok berduka atas jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan tersebut dan menyampaikan belasungkawa atas korban yang meninggal. Kementerian Luar Negeri Tiongkok, bersama dengan pihak berwenang yang berwenang dan pemerintah daerah setempat, telah menginstruksikan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia untuk segera memverifikasi situasi dan melakukan penanganan,” kata Mao.
“Pihak kedutaan telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan perawatan medis secara penuh kepada korban luka dan memastikan penyebab kecelakaan sesegera mungkin.”
“Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta juga telah menyelaraskan upaya memandu perusahaan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut untuk melakukan pekerjaan yang baik dalam proses tindak lanjut, dan pihak Tiongkok akan terus menjaga komunikasi yang erat dengan pihak Indonesia untuk melakukan pekerjaan yang baik setelah kecelakaan tersebut,” tambahnya. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





