Perusda Diminta Atasi Krisis Air

Karimun (Jurnal) – Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta Perusda mengatasi krisis air yang mengakibatkan pasokan kepada pelanggan terhenti akibat kemarau sejak Januari silam.

“Wakil Bupati meminta itu saat meninjau Waduk Sei Bati yang menjadi sumber air bersih Perusda,” kata Kepala Bagian Humas Setkab Karimun Muhammad Yosli kepada jurnal, Rabu.

Yosli mengatakan, kekeringan yang melanda Bumi Berazam mengakibatkan Waduk Sei Bati kering. Permukaan waduk yang tidak tergenang air kering dan retak-retak akibat terpaan sinar matahari.

Salah satu cara untuk mengatasi krisis air itu, kata Yosli, Wakil Bupati meminta agar Perusda menyedot air Waduk Dang Merdu untuk dialirkan ke Waduk Bati sehingga pipa-pipa kembali mendistribusikan air kepada ribuan pelanggan.

“Penyedotan menggunakan pompa-pompa air merupakan program jangka pendek untuk mengatasi krisis air, sedangkan jangka panjang adalah konektivitas tiga waduk, yaitu Waduk Bati, Dang Merdu, dan waduk di belakang Markas Kodim,” tuturnya.

Sedangan upaya membantu pasokan air bagi warga bukan pelanggan Perusda, ia mengatakan, pemerintah daerah akan mengerahkan mobil pemadam kebakaran untuk mendistribusikan air kepada warga yang kesulitan air bersih.

“Nanti mobil pemadam dibersihkan dulu sebelum digunakan, dan sumber airnya bisa dari Sentani atau waduk-waduk lain,” katanya.

Tidak turunnya hujan sejak tiga belakangan benar-benar menimbulkan keresahan bagi warga. Sumur-sumur warga mulai kering sehingga mereka tidak hanya kesulitan untuk untuk mandi dan cuci pakaian, tetapi juga untuk air minum.

Sementara itu, harga air bersih yang dipasok lori-lori air naik dua kali lipat dari biasanya. (rus)

Total Views: 196

Pos terkait