“Pemberitahuan surat atau penyampaian surat dengan tujuan untuk memastikan proses penerimaan pendaftaran berjalan lancar, dan tidak terjadinya bentrok waktu pendaftaran. Selanjutnya, KPU RI telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dalam bentuk rapat koordinasi dengan partai politik peserta pemilu, yang memenuhi persyaratan pada tanggal 12 Oktober 2023. Kami sudah jelaskan semua mekanisme dan regulasi pelaksanaan pendaftaran pemilu presiden dan wakil presiden,” ujar Idham.
Idham mengatakan, sejauh ini yang sudah terkonfirmasi akan mendaftar ke KPU adalah pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. “Kami telah menerima surat rencana pendaftaran partai koalisi atau gabungan parpol dari partai Nasdem, PKB dan PKS yang berencana akan mendaftarkan bakal pasangan calon presiden dan wakil presidennya pada hari pertama, 19 Oktober 2023 jam 08.00 sampai dengan selesai,” katanya.
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai, baik Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo diyakini akan segera mendeklarasikan calon wakil presidennya, dan mendaftarkan diri ke KPU secepatnya. Ia melihat tidak ada alasan bagi kedua calon presiden tersebut mendaftarkan diri ke KPU di waktu-waktu terakhir pendaftaran.
Apalagi, kata Pangi, sudah ada putusan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan seorang mahasiswa fakultas hukum Universitas Surakarta yang bernama Almas Tsaqibbirru terkait usia minimal capres dan cawapres dalam Undang-Undang (UU) Pemilu Nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu pada Senin (16/10).
MK memperbolehkan seseorang yang belum berusia 40 tahun mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres selama berpengalaman menjadi kepala daerah atau jabatan lain melalui pemilihan umum.
“Ganjar PDIP, Prabowo Gerindra tidak akan ada politic last minute atau injury time. Tidak akan ada. 19 Oktober Anies mendaftar kalau itu jadi, kita tidak tahu kalau ada gempa politik atau tidak. Besok atau berapa hari ke depan Prabowo-Gibran akan deklarasi. Karena karpet merah sudah selesai dengan MK, sudah tuntas,” ungkap Pangi.
Menurutnya, sedari dulu PDIP memang selalu mendeklarasikan capres dan cawapresnya setelah ada kejelasan siapa lawan mereka. Dengan begitu, mereka akan mencari pendamping Ganjar Pranowo yang dirasa mampu menandingi capres dan cawapres lainnya.
“PDIP itu selalu terakhir, kalau sudah ada lawannya dia harus mencari lawan tanding yang sebanding. Karena kalau kita mau bertarung, tidak tahu lawannya siapa kan repotnya. Bagi PDIP kalau belum tahu lawannya, tidak mungkin mereka akan mengumumkan. Nah, yang sudah jelas kan Anies-Cak Imin, habis itu Prabowo-Gibran. Itu kan sudah tahu lawannya, kecuali ada gempa politik bahwa Gibran menolak, nah itu beda lagi. Tapi ini Gibran sudah disiapkan oleh pamannya (Ketua MK) karpet merah,” pungkasnya.






