Setelah Keliling Dunia
Boneka raksasa warna merah muda itu merupakan karya Brian Donelly, seniman kontemporer Amerika Serikat (AS) kelahiran 1974, yang lebih dikenal dengan nama KAWS. Sebelum dikenal sebagai seniman kenamaan dunia, KAWS memulai perjalanan berkeseniannya di jalanan.
Ia dikenal lantaran kerap membuat instalasi raksasa dengan beragam bentuk dan warna yang khas, yang terbuat dari beragam material seperti fiberglass, alumunium, kayu, perunggu, besi dan karet.
Indonesia merupakan lokasi ke-10 yang disambangi KAWS dalam pameran tur dunia bertajuk KAWS: Holiday yang berlangsung hingga akhir Agustus nanti.
Karya KAWS yang viral di media sosial memicu masyarakat berbondong-bondong datang ke Candi Prambanan. Momen langka ini tak disia-siakan anak muda usia dua puluh- hingga 30an tahun itu mengabadikan melalui foto dan video ponsel untuk diunggah di media sosialnya.
Salah seorang petugas Taman Wisata Candi Prambanan yang enggan disebut identitasnya kepada VOA itu mengungkapkannya.
“Lumayan banyak wisatawan yang datang ke sini. Nanti setelah jam 4 sore akan tambah banyak sampai lapangan penuh. Biasanya kan anak muda di Yogyakarta jarang sekali ke Candi Prambanan ini sekarang pas pameran seni ini malah banyak yang datang,” jelasnya.
Bersama tiga rekan kerjanya, Aga menjaga pameran seni ini selama kegiatan berlangsung, terutama dari tangan usil pengunjung. Jika ada yang mendekat melewati batas tali di sekeliling boneka, ia akan mengingatkan atau menegur lewat tiupan sempritan.
Sebelum singgah ke Candi Prambanan, kreasi megah KAWS itu pernah mengunjungi Seoul, Taipei, Hong Kong, Tokyo, Bristol, Singapura, Gunung Chiangmai, Melbourne, hingga mengudara ke ruang angkasa dengan aneka ragam pose boneka balon raksasa dan berbeda warna. Di Seoul Korea Selatan, KAWS menampilkan pose boneka warna abu-abu terlentang kedua tangan membentang dan wajah menatap langit berlokasi di tengah danau.
Di Taipei, pose boneka balon duduk dan berwarna abu-abu. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






