SEKRETARIS Daerah (Sekda) Karimun, Dr H Muhd Firmansyah M.Si mendadak hadir di kedai kopi Ayam Jago di Orari, Sei Lakam, Tanjung Balai Karimun, Sabtu (3/6/2023) siang.
Sontak pengunjung kedai kopi berdiri dan bergegas menyalami pejabat yang juga dipercaya sebagai Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Karimun ini.
“Aduh. Sorry, pak. Rupanya pak Sekda di sini,” celetuk salah seorang penikmat kopi di kedai kopi tersebut.
Kehadiran Pak Sekda sudah dinantikan komunitas penikmat kopi, mulai dari tokoh masyarakat Bugis, Kep Syukur, Pak Nur, Pak Madong dan lainnya.
Ada pula Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Kepri Satu Jantro Butar Butar, pegawai BUMD Perumda Tirta Karimun Firman dan beberapa wartawan media online dan warga lainnya.
“Inilah bentuk silaturahmi yang biasa kita lakukan. Sambil minum kopi kita berbagi cerita dan berdiskusi,” ucap Firmansyah.
Firmansyah mengatakan, minum kopi di kedai-kedai kopi sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Melayu maupun masyarakat Karimun pada umumnya.
Dengan ngopi santai di kedai kopi, tali silaturahmi dengan teman, rekan kerja atau tetangga atau sesama warga makin erat. “Kita ambil yang positif dari kebiasaan minum kopi ini,” katanya lagi.
Sementara itu, tokoh masyarakat Bugis, Kep Syukur mengapresiasi kedatangan Sekda yang tidak lain pejabat ASN dengan posisi tertinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun.
“Jarang-jarang kami bisa berbincang dengan pejabat seperti Pak Sekda, di kedai kopi lagi. Kalau ke kantor kan susah, harus mengikuti protokoler. Tapi di kedai kopi bisa lebih bebas bercerita,” kata Kep Syukur diamini Pak Nur.
Ngopi santai bersama Sekda Karimun berlangsung sekitar satu jam. Berbagai persoalan dan isu di tengah masyarakat jadi perbincangan, salah satu persoalan banjir yang tak kunjung selesai di kawasan Pelipit dan Orari, Sei Lakam.
Menurut Jantro, untuk mengatasi banjir di kawasan itu, pemerintah daerah perlu memperlebar bagian hilir dari drainase yang sudah diperdalam atau digali melalui proyrek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum.
“Bagian hilirnya yang harus diperdalam, ada parit yang dulunya sungai menuju laut yang harus diperlebar dan diperdalam,” kata dia.
“Nanti saya sampaikan ke Pak Cahyo (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang),” kata Firmansyah merespon masukan tersebut. (jms)
Jurnalis: Jansen M Silalahi
Editor: Putri Permata Sari




