250 Pemuda Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

Karimun (Jurnal) – Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun secara resmi membuka pelatihan kewirausahaan diikuti 250 pemuda tahun di aula Hotel Marina Jl. Pertambangan No 106 Kecamatan Tebing, Kamis (7/11/2013) pukul 08.00 WIB.

Dalam pembukaan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda tahun 2013 itu, juga dihadiri beberapa unsur FKPD dan kepala SKPD.

Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Kakanpora) Karimun Umar, S.Pd, MM, Pub menyampaikan, peserta pelatihan ini sebanyak 250 orang, terdiri dari kalangan mahasiswa, seperti Universitas Karimun (UK) dan STIE Cakrawala serta LKP Bunda.

Tujuan pelatihan kewirausahaan menurut dia adalah untuk memberdayakan lembaga kepemudaan agar berpartisipasi dalam pengentasan pengangguran maupun kemiskinan, meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental sesuai dengan kebutuhan atau peluang pasar kerja dunia usaha/industri serta, menyiapkan pemuda sebagai ujung tombak pemberdayaan dalam pembangunan.

Sementara itu, Bupati Karimun Nurdin Basirun mengatakan, pengangguran dan kemiskinan hingga saat ini merupakan masalah besar bangsa Indonesia yang belum bisa terpecahkan.

Menurut data BPS Februari 2008, jumlah penganggur tercatat sebanyak 9,43 juta orang. Pada Agustus 2008 9,39 juta orang, sedangkan total angkatan kerja sekitar 111,4 juta orang.
Pengangguran itu didominasi lulusan SMK, SMA, Perguruan Tinggi, Diploma, SMP hingga lulusan SD.

Jumlah penganggur diperkirakan akan bertambah dengan adanya krisis keuangan global sebesar 20 juta orang,” ungkapnya.

Menurut Nurdin, ada 4 faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran di Indonesia yakni, jumlah pencari kerja lebih besar dari jumlah peluang kerja, kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kompetensi pencari kerja, masih adanya anak putus sekolah dan lulus tidak melanjutkan, dan yang terakhir terjadinya PHK karena krisis global.

“Maka dari kepada peserta dapat mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dengan sebaik mungkin, sebab pelatihan ini dianggap perlu dalam membantu penurunan angka pengangguran,” harapnya.

Pada kesempatan itu juga, Nurdin menyinggung tentang pegawai negeri sipil (PNS). Di negara maju masyarakatnya alergi menjadi PNS. Karena berdesarkan ilmu (skill) yang mereka pelajari atau miliki, akan dipergunakan oleh pihak perusahaan,” kata Nurdin. (edy)

Total Views: 198

Pos terkait