Makam Tentara Sekutu di Pulau Morotai jadi Aset Wisata

Makam tentara AS yang gugur dalam pertempuran perang dunia ke-2 di Pulau Morotai, 25 Maret 2023. (Courtesy: Dinas Pariwisata Pulau Morotai/ Kalbi Rasyid).
Makam tentara AS yang gugur dalam pertempuran perang dunia ke-2 di Pulau Morotai, 25 Maret 2023. (Courtesy: Dinas Pariwisata Pulau Morotai/ Kalbi Rasyid).

Belum Terdokumentasi

Pendiri Museum Swadaya Perang Dunia ke-2 “Hilang Nampak Kembali” Muhlis Eso mengatakan upaya pencarian sisa jenazah tentara Amerika Serikat di Pulau Morotai tidak akan mudah, terutama untuk kecamatan Morotai Utara, Timur dan Selatan karena keberadaan makamnya yang tidak terdokumentasi dengan baik.

Bacaan Lainnya

“Orang banyak tidak tahu itu kuburan dan orang banyak membuat rumah di sana. Akhirnya banyak tulang-tulang yang mereka dapat tapi ditutup lagi dan dipindahkan dan ada juga yang sudah bercampur dengan kuburan warga. Itu yang sangat sulit kalau buat saya,” kata Muhlis.

Muhlis menceritakan di antara desa Pangeo dan desa Cendana, di Morotai Utara terdapat banyak gua yang di dalamnya diketemukan tulang belulang manusia, namun dia tidak dapat memastikan apakah itu sisa dari jenazah tentara dari Perang Dunia ke-2.

“Saya juga belum tahu apakah itu Amerika, apakah itu Jepang, atau Australia atau lokal Indonesia yang di Morotai, ataukah tulang-tulang manusia purba,” ungkap Muhlis Eso.

Di museum Swadaya Perang Dunia ke-2 “Hilang Nampak Kembali” yang didirikan oleh Muhlis di desa Joubela, Kecamatan Morotai Selatan terdapat ribuan koleksi bersejarah, teremasuk koin uang, tempat makan dan minum, proyektil meriam, peluru, dan senjata api, seperti pistol hingga senjata mesin.

Kegiatan mengumpulkan berbagai peninggalan perang di Morotai itu, dilakukan Muhlis sejak berusia 10 tahun. Dengan koleksi yang dimilikinya, Muhlis ingin berkontribusi terhadap pendidikan mengenai sejarah Perang Dunia ke-2. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 1137

Pos terkait