Makam Tentara Sekutu di Pulau Morotai jadi Aset Wisata

Makam tentara AS yang gugur dalam pertempuran perang dunia ke-2 di Pulau Morotai, 25 Maret 2023. (Courtesy: Dinas Pariwisata Pulau Morotai/ Kalbi Rasyid).
Makam tentara AS yang gugur dalam pertempuran perang dunia ke-2 di Pulau Morotai, 25 Maret 2023. (Courtesy: Dinas Pariwisata Pulau Morotai/ Kalbi Rasyid).

“Untuk desa Juanga, dari data yang kita coba hitung itu ada kurang lebih 36 kuburan dan ini informasi yang kita dapat dari masyarakat di sekitar situ yang punya lahan bahwa ini kuburan tentara Amerika kalau yang di Pandanga itu sebagian besar Australia,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Kalbi Rasyid dihubungi VOA, Rabu (29/3) siang.

Ia mengungkapkan, kondisi makam di desa Pandanga tidak terawat sementara yang berada di desa Juanga cukup bagus. Di lokasi yang kedua, beberapa nisan masih terlihat meskipun beberapa lainnya mulai rusak dimakan usia.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, menurut Kalbi, dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga situs sejarah itu agar terhindar dari upaya pembersihan dan penataan kawasan.

Makam-makam tentara sekutu itu, kata Kalbi, menjadi aset wisata bagi pemerintah Kabupaten Pulau Morotai. Banyak wisatawan nusantara dan mancanegara terutama dari Amerika dan Eropa yang datang ke tempat itu, tidak hanya sekedar untuk menyelam tapi juga menyaksikan peninggalan perang dunia ke-2 yang berada di bawah laut.

“Jadi kita punya museum perang dunia ke-2 itu yang di dalam laut juga ada. Misalnya pesawat perang, mobil Willys. Tapi memang sangat dalam, di kedalaman 10 hingga 50 meter, seperti itu,” jelas Kalbi.

Total Views: 1135

Pos terkait