Hamdan juga menilai wajar Perumda Tirta Mulia Karimun memberikan kompensasi, sebab pelanggan terpaksa membeli air dari lori-lori (truk) air.
“Bentuk kompensasi bisa saja dengan mengerahkan lori air berkeliling ke rumah-rumah yang pasokan airnya terhenti. Ini baru bertanggungjawab namanya, jangan pelanggan dibiarkan begitu saja, ada standar lah dalam pelayanan,” ujarnya.
Doni, warga Sidorejo Tanjung Balai Karimun juga mengungkapkan pasokan air di rumahnya sudah sepekan terputus.
“Tak tahuklah kapan mengalirnya. Harus ada peningkatan dalam pelayanan, jangan begitu-begitu terus,” ucapnya.
Dedi, warga Orari Tanjung Balai Karimun juga mengeluhkan terputusnya pasokan air dari Perumda Tirta Mulia Karimun.
“Sampai sekarang belum mengalir,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Karimun menyatakan penghentian sementara distribusi air bersih di beberapa wilayah di Pulau Karimun Besar disebabkan adanya pekerjaan revitalisasi jaringan pipa.





