Wabup: Pertumbuhan Ekonomi Karimun Meningkat

Karimun (Jurnal) – Wakil Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Aunur Rafiq mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karimun terus meningkat seiring pesatnya perkembangan investasi di kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ).

“Pertumbuhan ekonomi Karimun pada 2011 mencapai 7,26 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Ini cukup menggembirakan meski angka sebesar itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Batam dan Provinsi Kepri,” kata Aunur Rafiq dalam acara peletakan batu pertama perusahaan asal Jerman PT Oiltanking Karimun di Teluk Paku, Pasir Panjang, Meral Barat, Kamis.

Aunur Rafiq juga mengatakan nilai investasi sejak pemberlakuan status FTZ juga sangat besar. Hingga saat ini, total investasi mencapai Rp8,1 triliun, Rp5,1 triliun merupakan investasi penanam modal asing, Rp3 triliun penanam modal dalam negeri.

“Jumlah perusahaan yang telah menanamkan modalnya 86, 9 perusahaan asing dan 77 perusahaan dalam negeri,” kata dia.

Ia optimistis pertumbuhan ekonomi yang makin baik dapat mendorong pembangunan dan perekonomian masyarakat serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Salah satu perusahaan asing dengan nilai investasi terbesar adalah PT Saipem, namun perusahaan itu diperkirakan akan memberhentikan sekitar 1.500 pekerja karena tidak berproduksi.

“Kami berharap kehadiran Oiltanking dapat menampung pekerja yang akan berhenti dari Saipem,” ucapnya.

PT Oiltanking, perusahaan asal Jerman menanamkan modalnya mencapai 220 juta dolar Ameriksa Serikat atau setara dengan Rp2,4 triliun.

Perusahaan ini akan membangun 30 tanki penyimpanan BBM untuk kebutuhan di Singapura, Johor, Malaysia dan Provinsi Kepulauan Riau. (rus)

Total Views: 204

Pos terkait