Imbas Limpahan Air dari PT SAGM, Petani Sialang Panjang Siap Buat Laporan

Sumber ini menambahkan, sejak adanya banjir limpahan ini, pertanian di desa Sialang Panjang tidak pernah stabil dan penghasilan masyarakat turun drastis karena lahan yang digunakan tidak bisa lagi diprediksi kapan kering dan kapan ada air.

“Dahulu kita bisa bermain melihat cuaca dan waktu, apabila musim kemarau bisa tanam timun dan cabe, kalau musim hujan kita mulai turunkan padi. Tapi sekarang kita tidak tau lagi musim apa yang terjadi, hujan sehari saja sudah melimpah air di lahan sehingga menenggelamkan tanaman,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia berharap, dengan adanya barisan ini suara petani yang kini menangis bisa terdengarkan oleh pemerintah. “Kami butuh solusi dan kami ingin hidup bercocok untuk memenuhi kebutuhan setiap hari, mohon kiranya bapak ibu memperhatikan kami dari petani kecil ini,” imbuhnya. (Abd)

Total Views: 388

Pos terkait