Rawan Banjir, Pasar Malam Karimun Mulai Diperbaiki

Pasar Malam, pusat kuliner yang rawan banjir saat musim hujan. (foto: yra)
Pasar Malam, pusat kuliner yang rawan banjir saat musim hujan. (foto: yra)

Karimun,JurnalTerkini.id – Pasar malam yang terletak di Jalan Trikora, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau sudah sejak lama menjadi salah satu pusat kuliner masyarakat.

Pasar ini biasanya mulai dibuka sekitar pukul 15.30 WIB sampai tengah malam, tempat masyarakat berbelanja, mulai dari berbagai makanan dan minuman hingga pakaian dan aksesoris yang dijajakan puluhan pedagang gerobak maupun tenda-tenda.

Bacaan Lainnya

Di pasar ini pula terdapat kedai-kedai kopi yang selalu ramai pengunjung yang datang sekadar menyeruput segelas kopi cangkir sambil berbincang-bincang.

Pasar malam ini pula sering mendapat kunjungan dari wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang sudah sejak lama hampir tiap pekan memenuhi hotel-hotel dan wisma.

Pada masa kepemimpinan Bupati Nurdin Basirun, pasar malam direvitalisasi sehingga tampilannya menjadi lebih menarik, dan gerobak-gerobak pedagang juga tampak lebih bersih dan indah.

Namun sayang, pasar malam kerap terendam air saat musim hujan, atau tingginya intensitas curah hujan yang mengakibatkan luapan air dari drainase.

Untuk Pemerintah Kabupaten Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Aunur Rafiq merencanakan perbaikan dan normalisasi saluran air untuk mencegah terjadinya banjir di pasar malam ini.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas PUPR Karimun, Cahyo Prayitno, Senin (3/10/2022).

“Pasar malam Karimun mulai kita perbaiki, adapun pengerjaannya adalah pembangunan drainase, box culvert dan atapnya. Perbaikan ini adalah hasil peninjauan Bupati Karimun beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun Cahyo Prayitno di Tanjung Balai Karimun, Senin (3/10/2022).

Cahyo mengatakan, perbaikan pasar favorit warga Karimun itu lantaran sering banjir karena drainase yang tidak mampu lagi menampung debit air.

“Pedagang keluhkan seringnya banjir di pasar, sehingga kita akan normalisasi drainase dan bangun 4 box culvert disana,” katanya.

Selain itu, kata dia, perbaikan atap dilakukan karena kondisi atap yang sudah mengalami kerusakan. Kondisi atap diperparah karena ikut terbakar dari peristiwa kebakaran di pasar malam pada tahun 2020 lalu.

“Atap yang bakal kita bangun ini adalah atap membran, selain karena fungsinya juga agar pasar malam menjadi lebih estetik,” katanya.

Diketahui, Dinas PUPR Karimun menganggarkan kurang lebih sebanyak Rp 900 juta di APBD-Perubahan untuk perbaikan pasar malam tersebut.

Normalisasi saluran air di Pasar Malam merupakan satu dari sekian program normalisasi yang akan dilakukan.

Pemerintah daerah berharap normalisasi saluran air, khususnya di dataran rendah dan mengurangi banjir di kemudian hari. (yra)

Total Views: 442

Pos terkait