Karimun (Jurnal) – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah, Pengurus Daerah (PD) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Karimun menggelar seminar parenting dengan tema “Bijak Dalam Marah” di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun, dengan nara sumber dari Biro Psikologi Sentra Sinergi Mayasari Kabupaten Karimun, Devi Mayasari, S Psi,MA,Psikolog, Kamis (12/9/2019).
Seminar ini dibuka secara resmi oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq dan dihadiri perwakilan dari Kantor Kementerian Agama, Pengurus Masjid Raya dan perwakilan dari Kesra Pemkab Karimun.
Ketua panitia Hj. R. Zuraida dalam sambutannya menyampaikan, seminar parenting ini dalam rangka memperingati Tahun Baru 1441 Hijriyah.
Disampaikannya, BKMT sebagai organisasi sosial kemasyarakatan mempunyai program kerja disesuaikan dengan bidang-bidangnya, dan sebagai Lembaga Pendidikan Agama Islam Nonformal yang senantiasa berusaha menanamkan akhlak mulia, meningkatkan ketaqwaan, pengetahuan dan kecakapan dalam mencari Keridhoaan Allah SWT.
Adapun tujuan kegiatan ini, kata Zuraida ada 3 hal, pertama meningkatkan ukhuwah Islamiyah, kedua meningkatkan pengetahuan keagamaan pada orangtua dan anak dan yang terakhir membangun spiritual para anggota jamaah dan syiar Islam.
Jumlah peserta yang mengikuti seminar parenting ini sebanyak 74 orang yang terdiri dari Ibu-ibu PD BKMT 38 orang, ibu-ibu PC BKMT Kecamatan Karimun 5 orang, Meral 5 orang, Tebing 5 orang, Meral Barat 5 orang dan untuk Kecamatan Buru, Kundur, Kundur Utara, Kundur Barat, Belat, Unggar, Durai serta Moro masing-masing mengutus perwakilannya sebanyak 2 orang.
“Untuk sumber dana dari Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau melalui Kasi Bimas kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun dan metode yang disampaikan melalui penyajian materi narasumber dan tanya jawab,” kata Zuraida mengakhiri sambutannya.
Ketua PD BKMT Kabupaten Karimun, R. Azmah Aunur Rafiq dalam pidatonya meyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak dan ibu serta para peserta yang akan mengikuti seminar ini dan masih dapat meluangkan waktu pada hari ini, guna dalam meningkatkan peran serta orangtua dalam mendidik dan menjadikan generasi yang berkualitas serta lebih baik lagi.
“Pendidikan yang utama untuk anak-anak generasi kita adalah pendidikan yang melibatkan peran orangtua, dimulai dari keluarga, karena adalah hal yang sangat wajar jika pembinaan pendidikan itu di mulai dari rumah dan lingkungan yang terdekat dari anak-anak yaitu keluarga” ucap Ketua PD BKMT.
Selanjutnya disampaikannya, penelitian yang terkait dengan ketidakmampuan pengasuhan orangtua terhadap anak, membuktikan bahwa permasalahan perilaku anak seperti keterlibatan dengan penyalahgunaan narkoba, kekerasan dan lain-lain, terjadi antara lain karena kelemahan pengasuhan orangtua, misalkan orangtua cenderung permisif (serba boleh) dan mengabaikan atau menolak keberadaan anak yang berdampak besar terhadap perkembangan anak tersebut.
Dikatakannya, mengingat hal tersebut pengasuhan orangtua adalah yang perlu dipelajari secara menerus, agar tanggap dan responsive pada setiap perkembangan yang dialami oleh anak. Pola asuh pada anak akan berhasil bila keseluruhan dari lingkungan disekeliling baik dan saling mendukung bagi tumbuh kembang anak.
Azmah berharap kegiatan pada hari ini dapat memberikan dan melahirkan rumusan-rumusan yang dapat membawa kemajuan dan perbaikan dalam mendidik anak-anak, sehingga tujuan untuk mewujudkan anak yang sholeh dan sholihah serta berakhlaq mulia akan tercapai.
Bupati Karimun H. Aunur Rafiq mengatakan, berkaitan dengan masalah seminar parenting, bahwa seminar itu adalah suatu pertemuan teknis dan akademis dalam rangka untuk membahas satu topik tertentu, dengan tujuan tertentu.
“Oleh karena itu seminar yang dilakukan pada hari ini tentunya ingin memberikan pemahaman, khususnya di kalangan kita orang tua yang mayoritas ibu-ibu bagaimana bijak mendidik anak khusus dalam memberikan nasehat-nasehat terhadap anak-anak kita,” kata dia.
Selanjutnya, parenting itu sendiri adalah bagaimana suatu usaha kita bersama dalam memberikan pembelajaran inter aksi antara orangtua dengan anak, mulailah dari dunia pendidikan, makan dan memberi pakaian dan lain-lain sebagainya, sebagai orangtua dengan sub topik bijak dalam marah.
“Nanti orangtua itu memberikan sikap-sikap yang baik dan memberikan pendidikan pada anak-anak kita,” kata dia.
Bupati berharap dengan seminar parenting bijak dalam marah ini, mudah-mudahan memberikan suatu nuansa ilmu yang baik, karena kita berharap sistem pendidikan pada anak kita sudah berubah dan anak kita sekarang sudah mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang baik.(edy)





