Bupati mengaku mengerti momentum ekonomi bagi pedagang ditengah bulan suci ramadhan. Hanya saja, ia meminta pedagang juga mengerti bahwa stand bazar skala besar dan di satu tempat saja yang terkonsentrasi itu bisa memicu lonjakan kasus Covid-19.
“Kami berharap pedagang mengerti bahwa bukan hanya ramadhan, tetapi bagaimana kasus Covid-19 bisa turun dan terkendali dengan baik sampai hari raya idul fitri. Jangan sampai ada lonjakan kasus yang nantinya justru akan menyulitkan kita,” jelas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengimbau para pedagang untuk terus mematuhi protokol kesehatan selama berdagang di bulan suci ramadhan.
“Protokol kesehatan harus tetap dijaga seperti menggunakan masker, pedagang silahkan jualan di lokasi yang strategis. Mudah-mudahan pedagang bisa berjualan dan kita semua dapat menikmati momentum bulan suci ramadhan ini,” ucap Bupati. (YRA)






