Dalam hal pembelajaran, remaja K dapat belajar Ketika sudah menjaga warung. Menjaga warung hanya di pagi hingga siang hari, dimana hanya duduk saja dan menunggu pelanggan yang datang, sehingga bisa sambilan belajar di waktu luang tersebut.
Untuk pembagian tugas dalam menjaga warung tidak terlalu signifikan, terkadang K yang mengelola, terkadang kakak I dan bisa juga karyawan yang sudah direkrut.
Untuk tuntutan dari keluarga tidak ada, sehingga pekerjaan yang dilakukan oleh remaja K murni dari dirinya sendiri.
Terakhir remaja H yang dalam hal motivasi tidak memiliki motivasi sama sekali dalam menjaga warung, karena warung tersebut terletak didepan rumahnya langsung. Sedangkan waktu yang sudah H lalui dalam menjaga warung yaitu dari ia sudah mengenal harga barang – barang sehingga ia tidak memiliki tahun pasti berapa lama ia sudah menjaga warung.
Sedangkan dalam hal pembagian tugas dalam menjaga warung, orangtua H menyetok barang yang ada terkadang bisa langsung memesan dari distributor barang, sedangkan dalam menjaga warung, bisa dilakukan oleh siapa saja Ketika waktu kosong, hamper sama dengan remaja I dan keluarganya.
Dalam memanajemen pekerjaan dan remaja dan dalam hal belajar individu, H bebas belajar kapan saja. Jika orangtua H mengetahui H memiliki tugas, orangtua H tidak mengizinkan H untuk menjaga warungnya.
Dalam tuntutan keluarga dalam menjaga warung, H tidak mendapatkan tuntutan sama sekali dalam hal ini.
(Tulisan populer ini di tulis oleh mahasiswa semester 7 kelompok 12, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) 2021). *)
*) Tulisan populer ini ditulis oleh mahasiswa semester 7 kelompok 12, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB) 2021).






