Meski mengalami surplus, Jaswir menyebut pihaknya tidak bisa mengakomodir semua permintaan kebutuhan daya listrik di sejumlah sektor, salah satunya kawasan industri.
“Kawasan industri kita di sini kan ada zona KPP, zona Soma itu kawasan industri, mereka ini punya pembangkit sendiri, sehingga kita hanya melayani listrik untuk masyarakat dan bisnis di luar zona tersebut,” ujarnya.
Diketahui, hingga Oktober 2021, PLN ULP Tanjungbalai Karimun mencatat jumlah pelanggan saat ini telah mencapai 51.500 pelanggan. Seluruhnya tersebar diberbagai desa di pulau Karimun.
“Dari jumlah 51.500 pelanggan ini lah beban dayanya sebesar 27 megawatt. Dan sisinya itu sebagai cadangan,” ucap Jaswir. (yra)






