Karimun (Jurnal) – Banyaknya pelabuhan tikus yang ada di Karimun mengakibatkan banyaknya barang masuk secara ilegal dengan tidak dilengkapi dokumen yang sah, Kamis (16/8).
Stasiun Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun beberapa waktu lalu menemui Bupati Karimun dan juga Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun guna membicarakan tentang mengantisipasi maraknya penyeludupan khususnya di bidang peternakan dan tumbuhan.
Kepala Stasiun Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun, Priyadi mengatakan, untuk jumlah pelabuhan tikus di Karimun sangat banyak karena berada di sepanjang pesisir Karimun.
“Kabupaten Karimun merupakan daerah yang sangat rawan penyelundupan karena banyak memiliki pelabuhan tikus. Pelabuhan tikus yang berada di sepanjang pesisir Karimun sulit diawasi, khususnya yang berada di tengah-tengah pemukiman warga,” ujarnya.
Priyadi menambahkan untuk melakukan pengawasan pihaknya meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Karimun, karena mengingat jumlah petugas Karantina yang jumlahnya sangat minim.
“Harus kita akui, keterbatasan jumlah personel karantina mempengaruhi pengawasan di pelabuhan rakyat. Maka dari itu, dibutuhkan kerjasama dengan instansi terkait,” ungkap Priyadi.
Untuk melakukan pemantauan, pihak Karantina secara rutin melakukan patroli bersama instansi lain, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Patroli bersama juga kita gencarkan sebagai upaya preventif pelanggaran karantina, sekaligus kita sosialisasikan kepada mereka agar lapor karantina saat melalulintaskan komoditas pertanian,” ujarnya lagi.
Sementara itu Bupati Karimun, Aunur Rafiq mendukung secara penuh apa yang dilakukan oleh Karantina, karena apa yang dilakukan pihak Karantina merupakan pencegahan masuknya hewan dan tumbuhan yang berpenyakit masuk ke Karimun.
“Kami Pemerintah Daerah mendukung secara penuh tupoksi Karantina Pertanian dalam pencegahan penyakit hewan dan tumbuhan. Semua instansi terkait harus bahu membahu dan saling bersinergi untuk menjadikan Karimun lebih baik,” tutup Rafiq.





