Atas laporan pihak perusahaan pada tanggal 19 Maret 2021 tersebut, Polres Inhil juga telah mengamankan 6 orang pelaku antara lain, yaitu, AN (37) seorang panglima ormas di Inhil, BO (48) selaku Ketua kelompok tani, AW (48) oknum Kades, JT (34) selaku bendahara ormas serta TM (52) selaku anggota kelompok tani serta SF (35) selaku pihak pencari pembeli (buyer).
Pada Rabu (17/4), kelompok ini mengambil tanpa izin perusahaan sampel CPO dan Pome di kapal tongkang milik PT. THIP di perairan Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.
“Kelompok ini mengambil isi muatan tongkang tanpa izin pemilik selanjutnya dengan paksa menghentikan dan melakukan penahanan tug boat dan tongkang. Kelompok ini mengambil keuntungan pribadi dan kelompok dengan mengatasnamakan masyarakat,” jelas Kapolres.
Kapolres mengatakan, modus dan motif yang dilakukan kelompok ini dengan cara melakukan berbagai upaya agar pihak PT. THIP melakukan kerjasama penjualan minyak kotor (Miko) dengan kelompok tani.
Kelompok tani sudah membuat perjanjian jual beli miko dengan pihak pembeli bahkan semua kegiatan yang dilakukan kelompok ini sudah dibiayai oleh pembeli (buyer).
“Para pelaku secara bersama-sama dengan sengaja mengambil isi muatan tongkang tanpa seizin pemilik atau yang berhak. Muatan yang diambil masing-masing 1 botol (botol minuman air mineral) dari 10 lubang palka,” imbuh Kapolres.
Selain mengambil muatan dari lubang palka, dikatakan Kapolres, kelompok ini juga mengambil 12 botol sampel muatan tongkang yang telah dikemas oleh pihak pemilik yaitu PT. THIP.






