Muhammad Adil juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati sebelumnya yang telah membangun tapak pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2016-2021, Irwan Nasir dan Said Hasyim yang telah memimpin Kabupaten Kepulauan Meranti selama 5 tahun terakhir.
“Semoga segala usaha dan kebaikan yang beliau berdua berikan untuk Kabupaten Kepulauan Meranti bernilai ibadah di sisi Alloh,s elanjutnya izinkan kami melanjutkan estafet kepemimpinan ini untuk periode berikutnya,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan kondisi di kabupaten saat ini dimana angka kemiskinan berkisar 25,28 persen, dengan kondisi tersebut Kepulauan Meranti menjadi daerah termiskin di Provinsi Riau sekaligus termiskin ke-2 di antara kabupaten/kota yang ada di wilayah Indonesia bagian barat.
Kemudian dari aspek pembangunan manusia, Kepulauan Meranti juga berada 7 poin di bawah rata rata IPM Provinsi Riau yaitu pada angka 65,5 dengan rata rata lama sekolah sebesar 7,48 tahun. Capaian tersebut menunjukkan rata-rata lama sekolah masyarakat Kepulauan Meranti hanya sampai kelas 1 SMP.
Selanjutnya, angka pertumbuhan ekonomi juga relatif masih rendah hanya berkisar di angka 1,15 persen. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka masih cukup tinggi dan di atas rata rata Provinsi Riau yaitu di angka 7,94 persen.
Sementara itu, capaian makro ekonomi dapat dilihat dari kondisi permasalahan pembangunan daerah, yaitu menurunnya daya beli masyarakat, transportasi orang dan barang yang masih mahal. akses dan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan belum memadai, anjloknya harga harga komoditi lokal, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ekonomi belum optimal, serta ancaman abrasi pantai, banjir, kebakaran hutan dan lahan.
“Segala permasalahan pembangunan yang ada harus dihadapi sebagai sebuah tantangan. Saya bersama Wakil Bupati H. Asmar telah menetapkan Visi dan Misi serta program strategis guna menjawab tantangan tersebut. Visi kami yaitu menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti maju cerdas dan bermartabat di Provinsi Riau Indonesia,” paparnya.
Mantan anggota DPRD Provinsi Riau itu juga memaparkan kondisi jalan, dimana panjang jalan kabupaten adalah 929,04 KM dengan panjang jalan dalam kondisi mantap sebesar 60,61 persen dan kondisi rusak sebesar 39,39 persen.
Selanjutnya, Adil akan membangun jalan lingkar pulau sepanjang 409,08 KM yang terdiri dari jalan base sepanjang 129,31 KM, jalan beton sepanjang 166,01 KM,dan jalan tanah sepanjang 113,76 KM, Dana yang dibutuhkan untuk bangunan jalan jalan penghubung tersebut diperkirakan sebesar Rp2,3 triliun.
“Anggaran untuk pembangunan jalan itu akan kita upayakan menggunakan dana APBN melalui Dipa Kementerian atau Dana Alokasi Khusus ( DAK), dan dana APBD Provinsi Riau, bahkan jika diperlukan kita akan lakukan melalui skema KPBU atau melalui hutang daerah. Selain jalan penghubung kita juga merencanakan akan membangun jembatan dan menyediakan modal transportasi antar pulau dalam dan luar Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujarnya lagi.







