Wabup: PKH Sangat Berarti Dalam Mengentaskan Kemiskinan

Karimun (Jurnal) – Bertempat di pelataran rumah dinas Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menggelar acara temu ramah terkait Program Keluarga Harapan (PKH), salah satu program perlindungan sosial dari Kementerian Sosial.

Pertemuan yang digelar Sabtu (10/9) tersebut, dihadiri Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Sekda Karimun TS Arif Fadillah, Asisten Pembangunan Pemprov Kepri Syamsul Bachrum, FKPD, SKPD dan masyarakat penerima atau peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Wabup Anwar Hasyim dalam laporannya mengatakan sejak PKH diluncurkan pada tahun 2012, sudah memberikan banyak manfaat yang sangat berarti bagi Kabupaten karimun, khususnya bagi masyarakat miskin sebagai rumah tangga sasaran (RTS), sehingga Mensos menilai pelaksanaan PKH di Kabupaten Karimun cukup berhasil.

“Keberhasilan pelaksanaan PKH telah mengantarkan Karimun meraih penghargaan PKH Award dari Kemensos pada tahun 2014. Penghargaan itu untuk dua kategori, yaitu sebagai kabupaten dengan dana sharing terbaik dan perhatian terhadap pendamping dan operator PKH terbaik,” ujarnya.

Dikatakan Anwar lagi, khusus tahun 2016, penyaluran dana PKH sudah dilakukan dalam 3 triwulan dengan rincian sebagai berikut, triwulan pertama sebesar Rp1.049.000.000, triwulan kedua Rp750.983.750 dan triwulan ketiga Rp750.983.750, yang mana penyaluran dana PKH ini tentunya memberikan kontirbusi yang sangat positif, di tengah upaya Pemkab Karimun untuk mengentaskan kemiskinan.

Disampaikannya lagi, Pemkab Karimun juga memiliki komitmen yang tinggi dalam mengentaskan kemiskinan, dimana lima tahun terakhir Pemkab Karimun bersama Pemrprov Kepri melakukan sharing pelaksanan program pengentasan kemiskinan, dengan alokasi anggaran Rp 195.064.026.445.

“Melalui program tersebut, telah terbangun sebanyak 3.270 unit rumah layak huni, 11 unit solar water pump, 12 unit MCK, telah terpasang 1.156 unit listrik PLTS, telah dibangun dan direhabilitasi 10 unit posyandu, 9 pustu dan 5 poskesdes. Kemudian tersalurkan bantuan berupa beasiswa kepada 7.365 siswa SLTA, 375 kelompok usaha tani, 224 kelomppok simpan pinjam khusus perempuan, serta diberikan bantuan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin,” terang Anwar yang mantan Sekda dan juga mantan anggota DPRD Karimun dari Partai Golkar.

Terakhir Anwar mengatakan, upaya ini terbukti efektik untuk menekan angka kemiskinan di Kabupaten Karimun, dimana sampai saat ini tingkat kemiskinan telah turun menjadi 6,71%, jika dibandingkan dengan tingkat kemiskinan tahun 2010 mencapai 7,22%, ungkapnya. (jurnal/edy)

 

Total Views: 184

Pos terkait