Penyuluh DKP Dapat Pembekalan Strategi Komunikasi

Karimun (Jurnal) – Petugas Penyuluh Lapangan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mendapat pembekalan tentang strategi komunikasi dari akademisi Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam, Selasa.

“Sebanyak 20 penyuluh lapangan berpartisipasi dalam kegiatan pembekalan tersebut. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat menambah wawasan sehingga membantu tugas-tugas tenaga penyuluh mendorong program pemanfaatan kekayaan laut, terutama bidang perikanan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Karimun Hazmi Yuliansyah di sela-sela kegiatan tersebut di Tanjung Balai Karimun.

Hazmi Yuliansyah mengatakan, ilmu komunikasi sangat dibutuhkan bagi tenaga penyuluh untuk membantu meningkatkan mata pencaharian nelayan. Ia mengharapkan tenaga penyuluh dapat mengubah perilaku nelayan dari penggunaan sarana produksi dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara konvensional menjadi lebih maju, modern dan mutakhir.

“Sebagian besar masyarakat Karimun berprofesi nelayan, sehingga dibutuhkan tenaga penyuluh yang handal dan mampu menjalin komunikasi yang mendorong semangat nelayan agar memanfaatkan teknologi mutakhir dalam menangkap ikan,” kata dia.

Pemerintah, menurut dia, berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan cara mengubah nelayan tangkap menjadi nelayan budidaya, salah satunya dengan mengembangkan karamba jaring apung yang menggunakan teknologi.

Pengembangan karamba jaring apung terus dilakukan di sentra perikanan di Kecamatan Moro. Ia berharap tenaga penyuluh, setelah menerima ilmu dalam pembekalan tersebut, mampu mendorong nelayan untuk beralih menjadi nelayan budidaya.

“Intinya, ilmu akademis hendaknya bisa disinergikan dengan tugas-tugas penyuluh di lapangan, sehingga dapat memberikan pemahaman yang sederhana kepada nelayan,” ujarnya.

Salah seorang narasumber dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam, Eulis Cahaya Tarbiyah mengatakan, ilmu strategi komunikasi sangat dibutuhkan bagi seorang tenaga penyuluh, termasuk penyuluh perikanan.

“Penyuluh tidak hanya bermodal ketangguhan, tapi perlu menguasai teknik berkomunikasi dengan nelayan, sehingga pesan yang ingin disampaikan kepada nelayan bisa diterima dengan baik, ada kualifikasi teknis yang harus dimiliki seorang penyuluh, misalnya penguasaan materi, cerdas dan berpengalaman,” kata dia.

Ia menambahkan, seorang penyuluh bisa memanfaatkan waktu seoptimal mungkin untuk memberikan pemahaman yang mudah dicerna oleh nelayan.

Turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, Angel Purwanti yang juga akademisi Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam dan Ageng Rara Cindraswari dari DKP Karimun.

Sumber: antarakepri.com

Total Views: 208

Pos terkait