Bahas Bahaya Post-Truth, DPRD Pamekasan Terima Kunjungan Akademik Mahasiswa UIN

Pamekasan, Jurnal Terkini – Tantangan dunia politik di era digital tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga derasnya arus informasi yang belum tentu sesuai fakta. Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Perkuliahan Luar Kelas (PLK) mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Madura di Gedung DPRD Kabupaten Pamekasan, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang diikuti mahasiswa semester lima Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) tersebut mengangkat tema DPRD dan Mahasiswa Menghadapi Post Truth: Membangun Budaya Politik Kritis, Partisipatif, dan Berbasis Data.

Bacaan Lainnya

Melalui agenda tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana praktik politik berlangsung di lembaga legislatif. Pembelajaran tidak hanya berkutat pada teori akademis, tetapi juga diarahkan pada pemahaman mengenai dinamika politik dan proses perumusan kebijakan publik.

Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur, menyambut langsung kedatangan rombongan mahasiswa bersama Wakil Ketua DPRD Khoirul Umam, serta anggota DPRD Mohammad Sahur, Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Program Studi PAI UIN Madura Abd. Mannan, dan dosen pengampu mata kuliah Ilmu Politik, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, Tema post-truth menjadi relevan untuk dibahas karena masyarakat saat ini dihadapkan pada berbagai informasi yang menyebar cepat melalui media sosial. Dalam situasi tersebut, opini dan emosi kerap lebih menonjol dibandingkan pemeriksaan fakta dan validitas sumber informasi.

Bagi mahasiswa, kondisi ini menuntut kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi politik tanpa melakukan verifikasi. Sikap tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya politik yang sehat dan bertanggung jawab.

Ketua Program Studi PAI UIN Madura, Abd. Mannan, menyampaikan bahwa perkuliahan luar kelas merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan materi yang dipelajari di kampus dengan realitas politik di lapangan.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami secara langsung bagaimana proses politik berjalan, termasuk mekanisme pembentukan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah.Kunjungan akademik ke DPRD Pamekasan tersebut sekaligus memberikan ruang dialog antara kalangan akademisi dan praktisi pemerintahan. Mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual mengenai fungsi lembaga legislatif dalam sistem pemerintahan.

Melalui kegiatan ini, pembelajaran ilmu politik diharapkan tidak berhenti pada penguasaan konsep di ruang kelas. Mahasiswa juga perlu memiliki kepekaan terhadap persoalan publik, kemampuan menguji informasi, serta keberanian berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi secara kritis dan berbasis fakta.

Pos terkait