Kemilau Madura Jadi Momentum, Ketua DPRD Pamekasan Tekankan Regenerasi Pelaku Seni

Pamekasan, Jurnal Terkini – Pelestarian budaya lokal tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Warisan tradisi dan kesenian Madura harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Hal tersebut menjadi perhatian Ketua DPRD Pamekasan saat menghadiri gelaran Semalam di Madura atau Kemilau Madura di kawasan Monumen Arek Lancor, Senin (2/11/2026) malam.

Bacaan Lainnya

Dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan itu, ia menegaskan bahwa budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Madura. Karena itu, keberadaannya membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Menurutnya, perkembangan zaman seharusnya tidak menjauhkan generasi muda dari akar tradisi leluhur. Sebaliknya, berbagai kegiatan kebudayaan perlu dikembangkan dengan pendekatan yang menarik agar kesenian lokal tetap dikenal dan diminati anak muda.

“Budaya merupakan bagian dari jati diri masyarakat Madura. Karena itu, kegiatan seperti Kemilau Madura perlu terus mendapatkan perhatian agar kesenian dan tradisi lokal tetap dikenal, khususnya oleh generasi muda,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Dibutuhkan keterlibatan pelaku seni, komunitas budaya hingga masyarakat untuk menjaga keberlangsungan berbagai tradisi yang dimiliki Pamekasan.

Dukungan terhadap para seniman lokal juga dinilai penting. Mereka perlu mendapatkan ruang dan kesempatan untuk terus berkarya, mengembangkan kreativitas, serta memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.

“Harapan kami, budaya Madura tidak hanya menjadi tontonan saat ada perayaan hari jadi. Tradisi ini harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.

Menurutnya, penyelenggaraan Kemilau Madura di kawasan Arek Lancor tidak sekadar memberikan hiburan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat sekaligus sarana memperkuat kecintaan terhadap identitas budaya daerah.

Ia berharap semangat pelestarian yang muncul dalam peringatan Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kemajuan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan nilai budaya dan warisan leluhurnya.

Pos terkait