Pecahkan Rekor Muri, Kodim 0712/Tegal Gelar Turnamen Domino Orado Piala Panglima TNI

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menekan tombol sirine, Pembukaan Turnamen Domino Orado (101), Minggu (27/9). (Jurnalterkini id/Yadi)

TEGAL, Jurnalterkini.id – Suasana Markas Kodim 0712/Tegal pada Minggu pagi (27/9/2026) tampak tak biasa. Ratusan pasang mata tertuju pada deretan meja pertandingan yang tertata rapi. Gema dentak batu domino yang beradu nyaring memecah keheningan pagi, menandai dibukanya ajang berkelas bergengsi: Open Tournament Domino Orado Piala Panglima TNI.

Gelaran ini bukan sekadar kompetisi tingkat daerah biasa. Turnamen yang dihelat khusus untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI tersebut diselenggarakan secara serentak di seluruh penjuru Nusantara. Momen penuh gengsi ini sekaligus membawa ambisi besar, yakni memecahkan rekor museum rekor dunia Indonesia (MURI) sebagai ajang kompetisi domino secara serentak terbesar yang pernah ada.

Bagi masyarakat luas, domino kerap diidentikkan dengan permainan santai di pos ronda atau meja kedai kopi. Namun, melalui Open Tournament ini, citra tersebut dipatahkan secara elegan. Domino kini telah resmi naik kelas menjadi salah satu cabang olahraga prestasi yang diakui dan dinaungi oleh Federasi Olahraga Domino Nasional (Fordo).

Ketua Pengcab Orado Kota Tegal, Hendra Zein Al Haddad, menjelaskan bahwa transformasi ini membawa standar baru dalam mekanisme permainan.

“Secara prinsip permainan memang hampir sama dengan yang dikenal masyarakat, namun kini ada aturan-aturan baku yang wajib dipatuhi. Termasuk dari segi peralatan; kami tidak lagi menggunakan domino berbahan kertas, melainkan media batu khusus yang diproduksi sesuai standar atlet,” tegas Hendra.

Sebanyak 128 peserta yang terbagi dalam 64 tim ganda (masing-masing tim beranggotakan 2 orang) siap adu taktik di atas meja. Komposisi pesertanya pun sangat beragam meleburkan batas antara personel TNI, anggota Polri, jajaran Pemerintah Kota Tegal, hingga para pemain berbakat dari masyarakat umum. Mereka bertanding secara sportif demi memperebutkan trofi bergengsi serta uang pembinaan total jutaan rupiah, dengan rincian:
Juara 1: Uang pembinaan sebesar Rp5.000.000
Juara 2: Uang pembinaan sebesar Rp4.000.000
Juara 3: Uang pembinaan sebesar Rp2.000.000

Melalui kejuaraan ini, Pengcab Orado Kota Tegal berharap dapat menjaring bibit-bibit atlet potensial yang kelak mampu membawa nama daerah ke kancah turnamen nasional maupun internasional.

Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, meresmikan pembukaan turnamen secara simbolis dengan menekan tombol sirine, disaksikan langsung oleh Kasdim 0712/Tegal, jajaran pengurus Pengcab Orado Kota Tegal, serta jajaran Forkopimda dari Kota maupun Kabupaten Tegal.

Menyimak momentum bersejarah ini, Kasdim 0712/Tegal Mayor Cpm Abdul Khamim mengungkapkan rasa bangga atas antusiasme yang ditunjukkan seluruh elemen masyarakat dan pimpinan daerah.

“Kehadiran seluruh tamu undangan dan peserta hari ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan positif. Ini adalah wadah untuk mempererat persatuan, rasa kebersamaan, serta sinergi yang kokoh antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan seluruh warga,” ujar Mayor Abdul Khamim.

Ia menambahkan, peringatan HUT ke-81 TNI tahun 2026 yang mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” menegaskan filosofi mendasar bahwa kekuatan utama benteng pertahanan negara tidak pernah lepas dari kemanunggalan bersama rakyat. Oleh karena itu, perayaan kali ini tak hanya diisi dengan kegiatan seremonial militer, melainkan diwujudkan dalam panggung kebersamaan sosial, seni, budaya, hingga olahraga yang dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas.

“Domino Orado memunculkan dimensi baru. Permainan ini melatih daya konsentrasi tinggi, ketelitian, kecermatan membaca peluang, kecepatan mengambil keputusan, kerja sama tim, hingga kemampuan mengendalikan emosi di bawah tekanan. Selamat bertanding kepada seluruh peserta, junjung tinggi nilai-nilai sportifitas,” tambah Kasdim memberi semangat.

Tidak hanya berfokus pada dinamika persaingan di arena pertandingan, acara ini juga dibalut dengan kepedulian sosial. Sebagai bentuk rasa syukur, panitia menyerahkan bantuan dan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu di sela-sela acara pembukaan.

Suasana kian mencair saat jajaran pejabat daerah, mulai dari Wali Kota, Kasdim, hingga unsur Forkopimda melangkah menuju meja pertandingan untuk mencoba langsung permainan domino Orado dalam laga eksebisi. Tawa dan keakraban membaur bersama strategi yang dipasang, menjadi penutup manis dari pembukaan pesta olahraga rakyat tersebut. (Yadi)

Pos terkait