Di Forum DPD RI, Gubernur Mahyeldi Dorong Sumbar Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Barat Indonesia

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Forum DPD RI. (Foto: Adpim Sumbar)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Forum DPD RI. (Foto: Adpim Sumbar)

BATAM, Jurnalterkini.id — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan kesiapan daerahnya menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi wilayah barat Indonesia, dengan mengusung empat pilar utama pembangunan yaitu pemulihan, Konektivitas, Produktivitas, dan Pemerataan.

Strategi ini disampaikannya dalam Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I yang berlangsung di Batam, Jumat (11/9/2026), sebagai pijakan menuju target pembangunan tahun 2029.

Bacaan Lainnya

Mahyeldi memaparkan capaian kinerja ekonomi Sumbar hingga pertengahan tahun 2026 yang tetap positif meski beragam tantangan masih dihadapi. Pertumbuhan ekonomi Triwulan II tercatat 4,54 persen, nilai ekspor Januari–Juli mencapai US$1,94 miliar atau naik 21,28 persen, dan angka kemiskinan berhasil turun dari 5,31 persen menjadi 5,27 persen.

Namun, beban pemulihan pascabencana serta struktur ekspor yang masih sangat bergantung pada satu jenis komoditas sekitar 85,78 persen berupa minyak nabati untuk menjadi catatan penting untuk segera dibenahi.

“Kita harus memperkuat fondasi sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru. Pembangunan cannot berjalan only pada jalur biasa, harus ada lompatan,” ujar Mahyeldi.

Keempat prioritas utama yang ditetapkan Pemprov Sumbar adalah:

Pemulihan: Mempercepat rehabilitasi infrastruktur dan layanan dasar di 13 kabupaten/kota sesuai dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), serta memperkuat sistem mitigasi bencana.

Konektivitas: Menyelesaikan jalan strategis Sitinjau Lauik, menguatkan koridor ekonomi Riau–Sumbar–Jambi, menjaga kualitas jalan, serta memastikan kepastian tahapan pembangunan jalan tol.

Produktivitas: Mengembangkan kawasan ekonomi Padang–Pariaman dan Bungus, membangun sentra produksi pangan dengan dukungan rantai dingin, fasilitas penunjang, serta perbaikan jaringan irigasi.

Pemerataan: Membangun jalan Trans‑Mentawai, meningkatkan layanan angkutan antarpulau, penyediaan air bersih, serta pemenuhan fasilitas kesehatan melalui RSUD.

Mahyeldi menegaskan, seluruh langkah ini diarahkan untuk menjadikan Sumbar sebagai Gerbang Barat Indonesia.

Dikatakannya, melalui posisi strategis yang didukung Pelabuhan Teluk Bayur, Bandara Internasional Minangkabau, dan akses terbuka ke Samudra Hindia, potensi pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, hingga pariwisata dapat dihubungkan lebih luas ke pasar nasional maupun global.

Target ambisius yang ditetapkan hingga tahun 2029 adalah: pertumbuhan ekonomi mencapai 7,3 persen, PDRB per kapita menyentuh Rp90,2 juta, serta tingkat kemiskinan turun ke kisaran 2,40–3,40 persen.

Untuk mewujudkan hal itu, Mahyeldi meminta dukungan konkret DPD RI dan pemerintah pusat melalui tiga langkah bersama: penetapan daftar prioritas nasional, kepastian skema pendanaan dari berbagai sumber, serta pengawalan bersama agar proyek berjalan sesuai rencana.

“Dengan sinergi yang kokoh antara pusat dan daerah, kami yakin rencana ini tak hanya tertulis di kertas, tapi segera terwujud dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan rakyat,” tutup Mahyeldi. (Dion).

Pos terkait