JAKARTA, Jurnalterkini.id — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah secara resmi mengajukan Kota Padang sebagai tuan rumah kegiatan penting Indian Ocean Rim Association (IORA) pada tahun 2027.
Usulan ini disampaikannya dalam ajang KADIN Indonesia Monthly Economic Diplomacy Breakfast di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (11/9/2026), di hadapan perwakilan negara sahabat, pejabat pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan pariwisata.
Dalam pemaparannya, Mahyeldi menegaskan bahwa IORA yang beranggotakan 23 negara pesisir Samudra Hindia bukan sekadar forum diplomasi antarnegara, melainkan jaringan strategis untuk membuka akses pasar, investasi, ilmu pengetahuan, dan kemitraan usaha yang lebih luas.
“Sumatera Barat sadar, kita tidak bisa membangun segalanya sendirian. Oleh karena itu, kami memandang IORA sebagai pintu masuk untuk menjalin kerja sama nyata, mempertemukan potensi daerah dengan peluang pasar internasional,” ujar Mahyeldi.
Untuk mewujudkan hal itu, Mahyeldi menawarkan tiga kawasan unggulan sebagai titik awal kerja sama diantaranya Kepulauan Mentawai, Kawasan Padang Mandeh, serta Kota Bukittinggi dan Sawahlunto.
Dikatakannya, ketiga wilayah ini dinilai memiliki karakteristik unik, mulai dari pesona bahari, kekayaan budaya, hingga warisan sejarah, yang sangat potensial dikembangkan sebagai destinasi pariwisata andalan dan pusat kerja sama ekonomi kawasan.
“Kami tidak hanya sekadar menawarkan potensi, tapi juga siap menyambut dan memfasilitasi. Padang pernah menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri IORA pada tahun 2015. Ada pengalaman, jejak sejarah, dan warisan penyelenggaraan yang baik. Ini menjadi modal kuat bagi kami untuk kembali dipercaya menjadi tuan rumah pada 2027,” jelasnya.
Mahyeldi juga tidak hanya berhenti pada pengenalan potensi. Ia menawarkan langkah tindak lanjut yang konkret penyelenggaraan penjajakan proyek bersama dan kunjungan lapangan bagi calon mitra kerja sama.
Tujuannya, agar setiap peluang yang dibahas bisa ditinjau langsung, diuji kelayakannya, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi pengembangan di daerah.
Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong IORA bergerak dari sekadar pertukaran wacana dan informasi, menuju kerja sama ekonomi yang nyata, terukur, dan memberi dampak langsung.
“Kami ingin kehadiran Sumbar dalam forum ini bukan hanya untuk tampil, tapi membawa gagasan yang bisa dijalankan. Dengan menjadi tuan rumah, kami berharap posisi Sumbar semakin kokoh di panggung kawasan, sekaligus membuka pintu lebih lebar bagi masuknya investasi, pertumbuhan pariwisata, dan kemitraan usaha yang saling menguntungkan,” tegas Mahyeldi.





