TOKOH masyarakat sekaligus mantan anggota DPRD Karimun Raja Zuriantiaz, menyoroti dugaan penggunaan kapal milik Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau yang diduga digunakan untuk kepentingan politik menjelang Pilbup dan Pilgub 9 Desember 2015.
“Kapal itu dibeli dengan uang rakyat, yang penggunaannya harus untuk kepentingan rakyat banyak. Sangat disayangkan jika oknum pejabat yang berniat maju dalam Pilkada menggunakannya untuk kepentingan politik,” kata dia kepada Jurnal Terkini di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Raja Zuriantiaz mengatakan hal itu terkait seringnya kapal Pemkab Karimun yang diduga sering digunakan pejabat untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait niatnya untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Kepri.
Berdasarkan informasi, kata dia, kapal tersebut sering berangkat ke Batam bukan untuk kepentingan masyarakat Karimun, tetapi digunakan pejabat untuk mengikuti berbagai acara yang digelar kelompok masyarakat atau organisasi kemasyarakatan di Batam.
“Bahkan, kami dapat informasi, acara bagi-bagi sembako kepada masyarakat di satu pulau di Kota Batam oleh oknum pejabat beberapa waktu lalu, juga menggunakan kapal Pemkab Karimun sebagai alat transportasi,” ucapnya.
Ia mengatakan, penggunaan fasilitas jabatan memang sangat terbuka. Seharusnya, kata dia, seorang pemimpin hendaknya secara bijak memilah-milah mana kepentingan masyarakat dan mana kepentingan pribadi.
“Seharusnya kapal itu digunakan untuk meninjau pembangunan di pulau-pulau di Karimun, bukan dibawa ke Batam yang sama sekali tidak ada kaitanya dengan kepentingan masyarakat Karimun,” tuturnya.
Dia mempertanyakan dana operasional kapal tersebut dan harus dipertanggungjawabkan kepada publik. “Dana operasional kapal itu harus diaudit karena jumlahnya tidak sedikit, apalagi digunakan ke Batam, atau keluar Karimun,” katanya.
Ia juga meminta Panwaslu atau aparat terkait mengawasi dan mencegah penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik.
“Saat ini memang belum memasuki tahapan kampanye dan penetapan calon, tapi kami menduga oknum pejabat itu jauh-jauh hari sudah memanfaatkan fasilitas negara untuk menyosialisasikan diri,” ucapnya. ***2***





