Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menandatangani prasasti peresmian Taman dan Monumen Raden Mas (RM) Bambang Soeprapto di kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (9/1).(Dok. Humas Pemprov)
Semarang, jurnalterkini.id — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan Taman dan Monumen Raden Mas (RM) Bambang Soeprapto di kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat, 9 Januari 2025. Peresmian dilakukan dengan penandatanganan prasasti di tengah rintik hujan yang turun sejak pagi.
Monumen berupa patung setinggi sekitar 10 meter itu didirikan untuk mengenang perjuangan RM Bambang Soeprapto, tokoh sentral dalam Peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang pada Oktober 1945. Ia juga dikenal sebagai pelopor terbentuknya Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Ahmad Luthfi mengatakan monumen tersebut diharapkan menjadi penanda sejarah penting bagi Kota Semarang sekaligus pengingat perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. “Monumen ini menjadi tetenger sejarah Pertempuran Lima Hari Semarang dan pengabdian RM Bambang Soeprapto,” ujar Luthfi dalam sambutannya.
Menurut Luthfi, gagasan pembangunan monumen telah muncul sejak dirinya masih menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Proses realisasi memakan waktu sekitar satu tahun melalui koordinasi antara keluarga ahli waris, pemerintah daerah, dan sejumlah pemangku kepentingan. “Ini adalah bentuk penghormatan negara dan daerah terhadap tokoh pejuang yang kontribusinya sangat besar,” kata dia.
Ahli waris RM Bambang Soeprapto, Haryono Eddyarto, menuturkan pembangunan taman dan monumen tersebut sepenuhnya menggunakan dana pribadi keluarga. Taman dibangun di atas lahan seluas sekitar 70 x 24 meter dan selanjutnya akan dikelola oleh Pemerintah Kota Semarang.
“Pembangunan monumen ini bukan untuk mengkultuskan tokoh, melainkan sebagai ruang pembelajaran sejarah dan sumber inspirasi bagi generasi muda,” ujar Haryono. Di dalam kawasan taman, pengunjung dapat menemukan panel informasi yang memuat riwayat perjuangan RM Bambang Soeprapto, khususnya perannya dalam perlawanan terhadap tentara Jepang dan Sekutu di Semarang.
Luthfi menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen melanjutkan upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi RM Bambang Soeprapto. Ia menargetkan pengajuan tersebut dapat kembali diproses pada 2026. “Kami akan terus mendorong dan melengkapi persyaratan agar jasa beliau mendapat pengakuan di tingkat nasional,” kata Luthfi.
Dengan berdirinya monumen ini, pemerintah berharap kawasan Gajahmungkur tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga pusat edukasi sejarah yang menghubungkan generasi masa kini dengan perjuangan para pendahulu bangsa.(PH)







