Peserta lain, Anggita Aditya, termotivasi untuk mengembangkan dan mempraktikkan ilmu yang didapatkannya. Ia berharap ilmu ecoprint ini dapat menambah varian produk yang mereka hasilkan, sekaligus mengembangkan delapan motif khas Karimun.
Instruktur Bella Kartika Aprilia menyoroti potensi motif khas seperti daun kundur yang bisa menjadi branding baru bagi batik ecoprint Karimun.
Ia berharap PT Timah Tbk terus mendampingi para peserta sehingga pelatihan ini berkembang menjadi pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan nilai ekonomi di daerah tersebut.
Melalui program ini, PT Timah Tbk menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan budaya Indonesia dan berharap semakin banyak komunitas yang mampu mengembangkan wirausaha baru berbasis ecoprint guna memperkuat ekonomi lokal. (*/rdi)
Baca juga: Mengukir Sehat di Lingkar Tambang: Mobil Sehat PT timah Layani 6.000+ Warga di 2025






