Tembus Pasar Internasional dan Haji
Saat ini, produksi Sambal Lingkung Apri mencapai 5-6 kg per minggu, dan melonjak drastis pada momen tertentu seperti Lebaran atau musim haji. Produknya bahkan telah menembus pasar luar negeri.
“Sambal Lingkung saya pernah dibawa Amerika, bahkan pada musim haji banyak jemaah haji yang pesan Sambal Lingkung untuk dibawa ke Mekah sebagai bekal makanan,” kata Apri, seraya menambahkan bahwa Sambal Lingkung buatannya tahan 5-6 bulan di suhu ruangan.
Selain Sambal Lingkung, Apri juga mengembangkan produk turunan seperti wajik, pempek, tekwan, siomay, hingga kue lapis sagu.
“Terima kasih PT Timah terus mendukung dan memotivasi kami para UMKM, terima kasih telah memfasilitasi kami untuk ikut pameran dan pelatihan, modal hingga sertifikat halal. Semoga PT Timah terus bersama UMKM,” katanya. (*/ms)
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, PT Timah Tebar Bantuan Alat dan Bibit kepada Petani






