Masyarakat Margadana Gelar Sedekah Bumi, Simbol Rasa Syukur dan Pelestarian Budaya

Anggota DPRD Kota Tegal, Sutari dan Moh. Tarso Supriadin foto bersama Lurah Margadana dan jajarannya, dalam acara Sedekah Bumi Kelurahan Margadana, Sabtu (12/07) (Foto : Priyadi/Jurnalterkini.id)

KOTA TEGAL, Jurnalterkini.id – Ratusan warga Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, menggelar Loka Bumi atau biasa disebut Sedekah Bumi pada Sabtu (12/7/2025) di perempatan Jagadipa Kelurahan Margadana, kegiatan tersebut adalah sebagai wujud syukur atas rezeki dan keberkahan yang diterima.

Tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Syuro atau Muharam ini, menjadi simbol persatuan dan penghormatan terhadap para leluhur.

Kegiatan sedekah bumi Kelurahan Margadana diawali dengan Pengajian Akbar dan Doa bersama, Jumat malam (11/07) yang dilanjutkan acara inti Ruwat Bumi dengan pagelaran seni tradisional wayang golek dalang Ki Taryo Carito asal kabupaten Tegal, Sabtu (12/07).

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kota Tegal Ketua Komisi III, Sutari, Anggota DPRD Fraksi Gerindra, Moh. Tarso Supriadin, Lurah Margadana, Ketua LPMK Margadana Joko Margo Purnomo berserta Ustadz Tholib selaku Sekretaris LMPK, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Margadana.

Lurah Margadana, Slamet Sugiharto, mengungkapkan rasa syukurnya karena warga masih antusias menjaga tradisi, meski tantangan zaman semakin kompleks.

“Tradisi ini bukan sekadar budaya, tapi juga ruang silaturahmi dan kebersamaan. Kita gotong royong menyelenggarakan agenda tahunan ini,” kata Slamet.

Ketua Panitia kegiatan Sedekah Bumi Kelurahan Margadana, Khaerudin, memaparkan dipilihnya tempat perempatan Jagadipa untuk menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan sedekah bumi tersebut, karena ditempat perempatan Jagadipa adalah centralnya Desa atau Pusarnya Desa.

“Dari awal nenek moyang kita menyelenggarakan sedekah bumi atau loka bumi ditempat ini, perempatan Jagadipa adalah pusarnya wilayah Margadana, bisa dibilang tempat sakral,” papar Khaerudin.

Dalam kesempatan ini, Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi Gerindra, Moh. Tarso Supriadin dalam sambutannya mengatakan, sebagai wakil rakyat dirinya merasa bangga melihat semangat dan gotong royong kebersamaan yang masih terjaga dalam acara tersebut.

“Semoga kegiatan sedekah bumi dapat terus dipertahankan, bisa turun temurun ke anak cucu kita. Saya harap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi dan bersyukur, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan budaya kita,” Pungkasnya.

Penjelasan Lebih Detail:

Rasa Syukur:
Sedekah bumi adalah cara masyarakat Jawa untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan atas segala karunia yang diberikan melalui alam dan hasil bumi.

Doa dan Perlindungan:
Selain rasa syukur, tradisi ini juga mengandung doa bersama agar selalu diberikan keselamatan, dijauhkan dari malapetaka, dan diberikan keberkahan dalam hidup.

Tradisi Turun Temurun:
Sedekah bumi telah menjadi bagian dari budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun.

Pelaksanaan:
Acara sedekah bumi biasanya melibatkan seluruh masyarakat desa yang berkumpul di tempat tertentu, seperti balai desa atau tempat yang sudah disepakati, untuk berdoa bersama dan menikmati makanan yang dibawa bersama.

Simbolisme Makanan:
Nasi tumpeng dan ayam panggang adalah makanan pokok yang sering disajikan dalam acara ini, dan seringkali ada pembagian makanan ke sudut-sudut sawah sebagai bentuk syukur.

Doa Bersama:
Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat atau sesepuh desa, dengan harapan mendapatkan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Pelestarian Budaya:
Tradisi sedekah bumi juga menjadi sarana untuk melestarikan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan gotong royong dalam masyarakat.

Reporter : Priyadi

Total Views: 862

Pos terkait