TEGAL, Jurnalterkini.id – Keberagaman adalah anugerah sekaligus kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dirawat dengan penuh kesadaran dan kebersamaan. Semangat inilah yang kembali digaungkan oleh Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tegal melalui kegiatan Safari Spiritual ke Tempat Ibadah yang dilaksanakan pada Minggu siang (27/9/2026).
Kali ini, destinasi safari menyambangi Pura Segara Suci, sebuah tempat ibadah yang berlokasi di Jalan Batam, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kehadiran rombongan pengurus FKUB disambut dengan penuh kehangatan, keterbukaan, serta suasana kekeluargaan yang kental oleh para pengurus dan umat setempat.
Kegiatan kunjungan lintas agama ini bukanlah sekadar agenda seremonial sesaat, melainkan bagian dari program kerja strategis yang dilaksanakan secara periodik dan berkesinambungan oleh FKUB Kota Tegal.
Melalui safari berkala ini, FKUB berupaya aktif menyambangi berbagai rumah ibadah dari berbagai agama yang ada di Kota Tegal. Langkah proaktif tersebut dinilai sangat efektif untuk meruntuhkan sekat-sekat perbedaan, membangun jembatan komunikasi yang kokoh antarkomunitas beragama, serta mendeteksi secara dini potensi-potensi yang dapat mengganggu keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, Ketua FKUB Kota Tegal, H. Ahmad Firdaus, memberikan pemaparan mendalam mengenai esensi dan urgensi dari pelaksanaan safari spiritual ini. Ia menegaskan bahwa kerukunan umat beragama tidak akan tercipta secara otomatis, melainkan harus dijemput dan diperjuangkan melalui langkah-langkah nyata di lapangan.
“Kegiatan safari ke tempat-tempat ibadah yang kami laksanakan secara periodik ini memiliki tujuan utama untuk merawat, memperkokoh, dan membumikan jalinan silaturahmi serta ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia) di antara seluruh elemen masyarakat di Kota Tegal,” ungkap H. Ahmad Firdaus saat dihubungi via WhatsApp.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ke Pura Segara Suci ini merefleksikan prinsip kesetaraan dan pengayoman bagi seluruh umat beragama tanpa terkecuali.
“Kami ingin memastikan bahwa FKUB hadir untuk semua golongan. Dengan mendatangi langsung rumah-rumah ibadah, kami tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga ingin mendengar secara langsung aspirasi, kondisi, serta dinamika yang ada di akar rumput. Ini adalah wujud komitmen kami agar Kota Tegal senantiasa menjadi rumah yang aman, damai, rukun, dan harmonis bagi siapapun,” tegasnya.
Kunjungan yang berlangsung selama beberapa jam tersebut diisi dengan perbincangan hangat, diskusi ringan, dan peninjauan langsung terhadap fasilitas ibadah di Pura Segara Suci. Para pengurus FKUB berdialog interaktif dengan perwakilan umat Buddha mengenai peran aktif umat beragama dalam mendukung program pembangunan daerah, menjaga ketertiban sosial, serta memperkuat moderasi beragama.
Suasana kebersamaan yang terjalin kian menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah halangan untuk saling bergandengan tangan. Sebaliknya, perbedaan tersebut justru menjadi pelangi indah yang memperkaya khazanah sosial budaya di Kota Tegal.
Melalui kesinambungan program safari periodik ini, FKUB Kota Tegal berharap kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya toleransi semakin meningkat. Kerukunan yang terjalin kuat dari tingkat bawah diyakini akan menjadi benteng pertahanan terbaik dalam menangkal segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan perpecahan.
Langkah nyata yang ditunjukkan oleh H. Ahmad Firdaus beserta jajaran pengurus FKUB Kota Tegal ini diharapkan dapat terus menginspirasi daerah-daerah lain di Indonesia, membuktikan bahwa harmoni dalam keberagaman bukanlah sebuah utopia, melainkan sebuah kenyataan yang hidup dan dirawat setiap hari di Bumi Bahari. (Yadi)





