Natuna, JurnalTerkini.id – PLBN Serasan menjadi bukti kehadiran negara di wilayah perbatasan, daerah terluar seperti Natuna memang sangat membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat untuk menjaga kedaulatan negara.
Hal ini dikatakan olehvPenjabat Sementara (Pjs) Bupati Natuna, dr. Rika Azmi, ketika dikonfirmasi, Jum’at (18/10/2024).
Rika Azmi menyebutkan, Pembangunan PLBN Serasan telah dicanangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah 3T, sekaligus melaksanakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan di 11 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.
11 PLBN yang telah dibangun di masa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut, diantaranya di Pulau Serasan Kabupaten Natuna, PLBN Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, PLNB Sei Kelik di Kabupaten Sintang, PLBN Sei Nyamuk di Kabupaten Nunukan, PLBN Labang di Kabupaten Nunukan, PLBN Long Midang Kabupaten Nunukan, PLBN Long Nawang di Kabupaten Malinau, PLBN Oepoli di Kabupaten Kupang, PLBN Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara, PLBN Sota di Kabupaten Merauke serta PLBN Boven Digoel di Papua Selatan.
“Pembangunan kawasan perbatasan ini diarahkan untuk mewujudkan halaman depan negara yang berdaulat, berdaya saing, dan aman. Itulah salah satu fungsi Pemerintah membangun PLBN Serasan, dan PLBN di 10 tempat lain di wilayah perbatasan Indonesia,” jelasnya.
Ia menambahkan, PLBN Serasan dibangun dengan tujuan untuk membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah-daerah terluar dan desa melalui pemerataan pembangunan antar wilayah.
PLBN Terpadu Serasan termasuk PLBN dengan kategori Laut, sehingga hanya dapat diakses melalui jalur perairan. Berdirinya PLBN Serasan akan memiliki nilai strategis sebagai beranda terdepan Indonesia, karena berbatasan langsung dengan Negara Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, Singapura dan Malaysia bagian barat dan timur, serta dengan negara Brunei Darussalam di utara pulau Borneo (Kalimantan).
PLBN Serasan nantinya dapat membuka keran ekspor hasil produksi laut dan produk unggulan lainnya dari Provinsi Kepulauan Riau, khususnya dari Kabupaten Natuna. Daerah berjuluk Mutiara Diujung Utara Indonesia yang terdiri dari 99,25 persen berupa wilayah perairan, memang sangat mengandalkan hasil kelautan dan perikanan.
“Adanya PLBN Serasan ini, nantinya akan bisa kita maksimalkan untuk potensi Kemaritiman di Kabupaten Natuna, yang tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat serta kemajuan daerah,” harapnya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan PLBN Serasan, juga telah dibangun berbagai fasilitas diantaranya gudang barang, gudang transit, mess dan wisma pegawai. Kemudian juga kantor administrasi, tower air, tempat cuci mobil, 4 rumah dinas, pos jaga, power house, tempat pengelolaan sampah, rumah pompa air, dan bangunan penunjang lainnya. Luas lokasi yang dibangun PLBN Serasan ini mencapai 10,870 meter persegi. (Ron**)








