1 Oktober, Akad Kredit Rumah Subsidi Naik Jadi Rp4 Juta

Salam satu perumahan bersubsidi tipe 36 di Tanjung Balai Karimun. (jurnalterkini.id/yogi)
Salam satu perumahan bersubsidi tipe 36 di Tanjung Balai Karimun. (jurnalterkini.id/yogi)

Karimun, JurnalTerkini.id – Mulai 1 Oktober 2024, proses akad atau pengajuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) disepakati antara pihak bank dan debitur naik menjadi Rp4 juta dari harga sebelumnya.

“Regulasi tersebut dari pemerintah. Khusus untuk rumah subsidi, sudah tidak boleh lagi Rp2 juta untuk uang muka atau Down Payment (DP). Tapi harus Rp4 juta yang dibuktikan dengan penyetoran dari kerekening bank,” terang Ketua Real Estate Indonesia (REI) Karimun Supriyanto di Tanjung Balai Karimun, Minggu (29/9/2024).

Bacaan Lainnya

Kenapa demikian, tujuannya tidak lain sebagai penanda keseriusan pembelian properti bagi konsumen. Sehingga, tidak terjadi macet terhadap angsuran rumah subsidi dikemudian hari. Selain itu sudah tidak benarkan lagi, program bantuan angsuran di bank, hadiah maupun bonus-bonus lainnya. Kecuali yang melekat di rumah tersebut yaitu kanopi.

“Intinya, kita (pengembang perumahan) membantu pihak bank maupun pemerintah agar tidak terjadi kemacetan angsuran. Dan supaya konsumen memiliki rasa tanggung jawab terhadap kepemilikan rumah. Cukup besar juga kredit macet pada tahun ini di Karimun,” terangnya.

Masih kata Suman lagi, dengan adanya komitmen antara pengembang, bank dan nasabah sama-sama memiliki tanggungjawab. Sehingga bisa saling membantu nantinya. Sebab, biasanya biaya pembayaran akad KPR biasanya sekitar 7 sampai 10 persen dari plafon atau harga rumah tersebut. Sehingga, untuk DP sebesar Rp4 juta oleh konsumen tidaklah sangat memberatkan.

“Nah kalau dihitung, konsumen membayar DP sebesar Rp4 juta, nanti ditambah subsidi oleh pemerintah Rp4 juta dan konsumen mendapatkan lagi bunga ringan 5 persen sampai lunas,” ungkapnya.

Sementara untuk kuota rumah subsidi pada tahun 2025 mendatang, ditargetkan 3 juta unit rumah subsidi akan digelontorkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran yang sebelumnya hanya 1 juta unit per tahunnya untuk seluruh Indonesia.

“Untuk 3 bulan kedepan atau hingga bulan Desember, kuota subsidi rumah 200 ribu unit termasuk di Karimun lagi,” tuturnya.

Sedangkan, penyerapan rumah subsidi di wilayah Sumantera nomor satu di kabupaten Karimun dalam penjualannya mencapai sekitar 1000 unit per bulannya. Namun, pada tahun ini tidak mengembirakan. Sedangkan jumlah pengembang properti sendiri di Karimun mencapai belasan perusahaan yang aktif. (rdi)

Total Views: 421

Pos terkait