Jelang Laporan Kuartal Pendapatan “Big Tech”, AI Jadi Fokus

Warga memadati toko Apple di Shanghai, Tiongkok (foto: Reuters). iPhone 16 yang akan diluncurkan bulan September, model pertama yang dilengkapi opsi AI di semua fiturnya.
Warga memadati toko Apple di Shanghai, Tiongkok (foto: Reuters). iPhone 16 yang akan diluncurkan bulan September, model pertama yang dilengkapi opsi AI di semua fiturnya.

Dalam dua minggu ke depan, laporan pendapatan kuartal “Big Tech”, alias perusahaan-perusahaan teknologi raksasa, akan memberikan gambaran sekilas tentang kelayakan proyek pengembangan AI dalam memperoleh pendanaan dari bank, dan apakah investasi besar yang dibutuhkan AI akan berkesinambungan untuk jangka panjang.

Para analis di Wedbush Securities, salah satu perusahaan di Wall Street yang sangat yakin dengan potensi AI, memperkirakan “pertumbuhan dan pendapatan akan meningkat seiring dengan revolusi AI dan gelombang transformasi” yang ditimbulkannya.

Pasar secara umum setuju dengan narasi menjanjikan AI itu. Para analis memperkirakan perusahaan-perusahaan besar seperti Microsoft dan Google akan mengalami pertumbuhan sebanyak dua digit. Sementara Apple, yang lebih lambat terjun dalam tren AI, diperkirakan hanya akan mengalami pertumbuhan sebesar tiga persen.

Produsen iPhone itu, yang akan merilis laporannya pada 1 Agustus, meluncurkan sistem Apple Intelligence barunya bulan lalu dan berencana meluncurkannya secara bertahap selama beberapa bulan ke depan, dan terbatas pada model-model terbaru produk mereka.

Analis CFRA, Angelo Zino, yakin bahwa dampak dari fitur-fitur baru tersebut tidak akan terasa hingga iPhone 16 diluncurkan pada bulan September, model pertama yang dilengkapi opsi AI di semua fiturnya.

Total Views: 470

Pos terkait