Banyak yang terlihat membawa payung untuk melindungi diri dari sinar matahari, dalam suhu yang mencapai 42 derajat Celsius pada siang hari pada Selasa.
“Saya merasa lega ketika sampai di Masjidil Haram dan melihat Kakbah,” kata Rabeia al-Raghi, perempuan Maroko yang datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji bersama suami dan putrinya. “Saya sangat senang.”
Mohammad Abdel-Baset, calon haji asal Irak, mengaku sangat gembira bisa menunaikan ibadah haji.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh jemaah dan bersyukur kepada Allah karena telah mengumpulkan kami dari seluruh wilayah, secara global dan bukan dari dunia Arab saja, dari seluruh wilayah Muslim global (yang) datang ke Masjidil Haram,” kata Abdel-Baset, seorang pengacara dari Baghdad.
Pada malam hari, pelataran marmer yang luas di sekitar Kakbah dipenuhi jemaah, yang berjalan hampir bersinggungan bahu dan sering kali berdesak-desakan dalam barikade yang dipasang oleh pasukan keamanan untuk mengarahkan arus besar orang di dalam dan sekitar Masjidil Haram.
Muslim yang melakukan ibadah haji melakukan tawaf setibanya di Makkah. Kerumunan besar yang mengelilingi Kakbah ini akan berlangsung hingga hari pertama haji.
Pada Jumat (14/6/2024), jemaah akan berpindah ke Arafah untuk berdoa dan berzikir sepanjang hari, dan kemudian ke Muzdalifah, daerah dataran berbatu beberapa kilometer dari sana. Di Muzdalifah, peziarah mengumpulkan kerikil untuk digunakan dalam pelemparan batu secara simbolis pada pilar yang melambangkan setan di Mina. [voa]
Jaringan: VOA






