Muslim dari berbagai penjuru dunia datang berduyun-duyun ke kota suci Makkah di Arab Saudi menjelang dimulainya ibadah haji akhir pekan ini, seiring dengan kembalinya ibadah tahunan tersebut ke skala besarnya.
Para pejabat Saudi mengatakan lebih dari 1,5 juta Muslim telah tiba di negara itu pada Selasa (11/6/2024), sebagian besar melalui udara, dari berbagai penjuru dunia. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat.
Ratusan ribu warga Saudi serta warga negara lain yang tinggal di Arab Saudi juga akan bergabung dengan mereka ketika ibadah haji resmi dimulai pada Jumat (14/6/2024).
Para pejabat Saudi mengatakan mereka memperkirakan jumlah jemaah haji tahun ini akan melebihi jumlah jemaah pada 2023, yang mencapai lebih dari 1,8 juta orang. Angka itu mendekati tingkat sebelum pandemi.
Pada 2019, lebih dari 2,4 juta Muslim menunaikan ibadah haji. Pemerintah Saudi mengendalikan arus jemaah melalui kuota, setiap negara diizinkan mengirim satu jemaah untuk setiap seribu warga Muslim.
Para jamaah tersebut termasuk 4.200 orang Palestina dari wilayah pendudukan Tepi Barat yang tiba di Makkah awal bulan ini, menurut Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina. Warga Palestina di Jalur Gaza tidak dapat melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, karena perang 8 bulan antara Israel dan Hamas.
“Kami berdoa agar Palestina merdeka dan (warga Palestina) dapat membebaskan tanah mereka dan menjadi seperti negara lain, hidup damai dan tidak selalu berperang,” kata Ibrahim al-Hadhari asal Aljazair, saat ia berdiri di pelataran Masjidil Haram menunggu salat magrib.
Pada Selasa (11/6/2024), jamaah memadati Masjidil Haram di Makkah, melakukan tawaf, berjalan tujuh kali mengelilingi Kakbah. Mereka mengenakan ihram, yaitu dua lembar kain putih yang tidak dijahit dan menyerupai kain kafan.






