Mentan Optimistis Bisa Cetak 500.000 Hektare Sawah di Merauke

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Yasin Limpo, dan sejumlah pejabat meninjau areal persawahan yang menjadi kawasan lumbung pangan di Kabupaten Sumba Tengah.
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Yasin Limpo, dan sejumlah pejabat meninjau areal persawahan yang menjadi kawasan lumbung pangan di Kabupaten Sumba Tengah. (Agus Suparto/Kemen PUPR)

Kesejahteraan Petani

Agar ke depan produktivitas pangan bisa membaik dari waktu ke waktu Dwi menekankan kepada pemerintah untuk memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, pemerintah kata Dwi sama sekali tidak peduli dengan nasib petani sehingga banyak petani yang berhenti dari profesinya karena cenderung merugi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, selama ini kebijakan pemerintah selalu mengutamakan kepentingan konsumen, dan mengatasi masalah pangan dengan cepat lewat cara impor.

“Saya sederhana saja, tingkatkan kesejahteraan petani, karena apa? Ketika petani sejahtera, ketika petani mendapat profit yang memadai dari lahan yang mereka olah, mereka akan mempertahankan lahannya. Lalu mereka akan berupaya mengadopsi teknologi baru untuk meningkatkan produktivitasnya,” papar Dwi.

Sebaliknya, bila petani terus merugi, mereka tidak akan mampu mengadopsi teknologi baru dan lambat laun akan menjual lahan mereka.

Peningkatan kesejahteraan petani akan berdampak besar, tidak hanya untuk petani itu sendiri, tetapi juga bisa menarik anak muda tertarik untuk terjun di dunia pertanian.

“Lalu petani akan mempertahankan lahan yang mereka kuasai, bahkan mereka juga akan memanfaatkan lahan-lahan yang tidak termanfaatkan saat ini. karena lahan kosong atau lahan kering saja itu masih ada 14 juta hektare di Indonesia, dan itu belum termanfaatkan secara optimal,” pungkasnya.

Pos terkait