Kemlu RI: Aksi Warga Tunjukkan Dukungan Kuat Indonesia pada Palestina
Secara terpisah, Direktur Jendral Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri Bagus Hendraning Korbarsyih mengatakan aksi, dukungan serta doa bersama yang kerap dilakukan oleh masyarakat ini tidak saja menunjukkan dukungan tak tergoyahkan pada Palestina, tetapi sekaligus dukungan pada kebijakan politik luar negeri Indonesia.
“Saya kira ini akan memperkuat kebijakan politik luar negeri Indonesia, untuk terus memberikan dukungan secara formal dan secara resmi kepada dunia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ini menjadi modalitas yang cukup besar bagi Indonesia untuk memperkuat dukungannya dan bantuannya kepada rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya,” ungkap Bagus.
Dukungan kuat warga juga semakin mempertegas untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel, tambahnya.
“Israel terbukti saat ini, jelas-jelas telah mengingkari dan tidak menghormati bahkan merusak hukum kemanusiaan internasional dengan melakukan banyak sekali kekerasan dan pembantaian terhadap rakyat Palestina. Tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel sampai merdekanya rakyat Palestina, dengan ibu kota Yerusalem Timur sesuai dengan kesepakatan yang berlaku,” pungkasnya.
Peserta Aksi Serukan Pemboikotan Israel
Salah satu peserta “Doa Bersama untuk Gaza,” Bachtiar Nasir, mengajak semua pihak untuk memboikot Israel secara ekonomi dan politik.
“Aksi boikot itu jangan pernah berhenti, karena aksi boikot ini telah terbukti memukul mereka karena memang Tuhannya mereka ini adalah uang, mereka adalah hamba materi. Dia tidak kenal apa itu kemanusiaan, dia tidak tahu apa itu konstitusi,” ujarnya.
Israel hari Minggu menarik seluruh pasukannya dari kota Khan Younis di bagian selatan. Belum ada informasi lebih detil tentang tujuan penarikan ini, atau apakah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu jadi melaksanakan serangan darat ke kota Rafah di mana lebih dari satu juta warga Palestina berlindung. [voa]
Jaringan: VOA





